Serukan Qaulul Haq Di Muktamar, Gus Yusuf: Lawan Aturan Zalim, Lawan Money Politic

Sabtu, 29/08/2026 - 08:06
Bakal Calon Ketua Umum PBNU KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf pasang badan. Di depan ratusan PCNU saat Muktamar ke-35, ia menyerukan perlawanan terhadap aturan yang dinilai menjegal kader terbaik NU

Bakal Calon Ketua Umum PBNU KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf pasang badan. Di depan ratusan PCNU saat Muktamar ke-35, ia menyerukan perlawanan terhadap aturan yang dinilai menjegal kader terbaik NU

Klikwarta.com, Jawa Timur - Bakal Calon Ketua Umum PBNU KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf pasang badan. Di depan ratusan PCNU saat Muktamar ke-35, ia menyerukan perlawanan terhadap aturan yang dinilai menjegal kader terbaik NU.

Gus Yusuf menegaskan satu hal: kedaulatan dan marwah Nahdlatul Ulama harus kembali ke tangan para ulama. Bukan ke tangan birokrasi dan aturan tafsir sepihak.

Menurutnya, konflik internal NU belakangan ini hanya bisa diselesaikan secara konstitusional lewat Muktamar. 

"Kita harus menyelesaikan konflik secara konstitusional. Jangan ada lagi saling jagal antar-kader melalui peraturan yang ditafsirkan sepihak," tegas Gus Yusuf, Jumat (28/8/2026).

Ia secara gamblang menyasar Perkum atau Peraturan Perkumpulan. Aturan itu, kata dia, hanya jadi alat untuk membatasi kader.

"Cukup AD/ART yang kita jadikan pegangan. Jangan ditafsirkan dengan Perkum yang hanya menjadi alat untuk menjegal kader-kader terbaik NU," katanya.

Gus Yusuf paling menyorot aturan pembatasan masa iddah dalam Perkum. Ia menilai itu mengkebiri hak kader untuk berkontribusi.

Di forum Muktamar, Gus Yusuf mengajak para muktamirin untuk "qoulul haq". Berani bicara benar di hadapan pemimpin yang zalim.

"Jihad kita hari ini di Muktamar adalah qaulul haq—berani berteriak lantang menyuarakan kebenaran. Perkum dan pembatasan yang tidak benar harus dihapus agar NU kembali berdaulat," ujarnya lantang.

Selain itu, ia juga mengingatkan soal bahaya intervensi pihak luar dan praktik money politic. Gus Yusuf meminta pemegang hak suara memilih dengan hati nurani dan bashirah, bukan karena materi atau tekanan.

Di tengah panasnya kontestasi, Gus Yusuf bersama PCNU tetap menunjukkan sisi kemanusiaan. Ia menyerahkan bantuan simbolis untuk korban gempa NTT.

Bantuan diterima langsung perwakilan PCNU dari Kupang, Malaka, dan Alor.

"Di tengah kontestasi, nilai kebersamaan dan kepedulian harus tetap jadi prioritas utama Nahdlatul Ulama," pungkasnya. (**) 

Berita Terkait