Penabalan nama putri pertama Al Ustadz Azhar Lubis
Klikwarta.com, Deliserdang — Dalam tradisi Islam, kelahiran seorang anak merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Salah satu bentuk rasa syukur tersebut adalah dengan memberikan nama yang baik kepada bayi yang baru lahir bernama Nakhla Assyifa Lubis. Penabalan atau pemberian nama bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah proses yang sarat makna dan harapan. Hal ini dikatakan Al Ustadz Azhar Lubis S.Pd di Dampingi Fauziah Nur M.Pd di Dusun VII Desa Suka Makmur, Kec.Delitua, Kab.Deliserdang. (26/06/2025)
Hadir pada pada kegiatan doa bersama dan penambalan nama, Ketua MUI Kec.Delitua Al Ustadz Drs H Basyarudin Lubis, Al Ustadz Mahfuz M.Pd, Perangkat Desa Suka Makmur, Zaini Muksin, H.Wizra Suhar dan Tokoh Masyarakat, serta Jamaah Toriqul Hidayah Dusun VII Desa Suka Makmur Kab.Deliserdang.
Dalam gelaran itu, AL Ustadz Drs.H Basyarudin Lubis menyampaikan, Dalam ajaran Islam, nama memiliki arti penting karena nama adalah doa, harapan, dan identitas yang melekat seumur hidup. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memberikan nama-nama yang baik kepada anak-anak mereka. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian. Maka perbaikilah nama-nama kalian." (HR. Abu Dawud)
Oleh karena itu, Islam mendorong pemberian nama yang mengandung makna baik, seperti nama-nama para nabi, sahabat, atau sifat-sifat mulia yang disukai Allah SWT.

Menurut sunnah Rasulullah SAW, nama anak dapat diberikan pada hari pertama kelahiran, atau paling lambat pada hari ketujuh, bertepatan dengan pelaksanaan aqiqah. Pada hari tersebut, disunnahkan untuk menyembelih hewan aqiqah, mencukur rambut bayi, serta memberikan nama.
Nama yang dipilih sebaiknya memiliki arti yang positif. Nama-nama seperti Muhammad, Ahmad, Aisyah, Fatimah, Hasan, dan Husain adalah contoh nama-nama Islami yang banyak digunakan karena berkaitan dengan tokoh-tokoh mulia dalam Islam.
Nama yang berarti buruk atau mengandung unsur kesyirikan, seperti mengandung penyembahan selain Allah, sangat dilarang dalam Islam," tegas Ulama yang juga Pengurus MUI di Kabupaten Deliserdang.
Lebih jauh dikatakan Al Ustadz Basyarudin Lubis, Proses penabalan biasanya disertai dengan doa-doa yang baik dari orang tua dan keluarga, agar si anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh atau salehah, berbakti, dan membawa keberkahan bagi keluarga serta umat.
“Ya Allah, jadikanlah anak ini anak yang saleh/salehah, sehat, berilmu, berakhlak mulia, dan menjadi cahaya penerang bagi agama dan keluarganya. Berkahi nama yang telah kami berikan, dan jadikanlah ia sebagai hamba-Mu yang taat sepanjang hidupnya. Aamiin.”
Sementara itu M Yunief Fauzi yang Akrab disapa Pak Ucok tak lain Kakek dari sang bayi menambahkan, Penabalan nama anak secara Islami bukan hanya memberikan identitas, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak sesuai nilai-nilai Islam.
"Dengan nama yang baik, anak akan membawa doa dan harapan dari keluarga, serta menjadi bagian dari generasi yang diridhai Allah SWT," harap M Yunief Fauzi mengakhiri.
(Kontributor: Novian)








