Ayo Buruan Daftar, Pemprov Jateng Pastikan Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo Siap Sambut Peserta Didik TA 2026/2027

Kamis, 02/07/2026 - 17:23
Menko PM Muhaimin Iskandar saat meninjau Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo

Menko PM Muhaimin Iskandar saat meninjau Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo

Klikwarta.com, Sukoharjo – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat Permanen di Jawa Tengah. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo siap menyambut peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, di sela kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar, Kamis, 2 Juli 2026.

Kunjungan dilaksanakan dalam rangka meninjau kesiapan operasional sekolah rakyat permanen yang berada di Kabupaten Sukoharjo.

Sumarno mengatakan, dari sejumlah sekolah rakyat permanen di Jawa Tengah, saat ini yang paling siap adalah di Sukoharjo. Sedangkan di beberapa tempat yang lain, sedang berproses. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep sekolah rakyat di Sukoharjo terus diperdalam. Apakah nantinya akan disatukan  untuk kawasan Solo Raya, guna memaksimalkan daya tampung kapasitas siswa secara keseluruhan atau tidak.

Selain masalah fisik infrastruktur, Sumarno juga mengakui tantangan masih minimnya pendaftar di tingkat Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, akar permasalahan ini bukan semata-mata ketiadaan calon murid. Hal lainnya adalah menyangkut persoalan psikologis dan ikatan emosional antara anak dan orang tua.

.

Bagi Sumarno, ini menjadi pekerjaan rumah dengan mencari metode pendekatan yang tepat.

"Itu yang masih menjadi PR kita. Mungkin kita harus mencari metode, bagaimana supaya anak-anak kita itu bisa hadir di sini, nyaman, dan orang tua juga tidak kepikiran," jelasnya.

Mengingat waktu yang semakin mepet, Sumarno menegaskan bahwa proses penerimaan dan persiapan sekolah harus segera diselesaikan. Ia menargetkan pada tanggal 14 Juli mendatang, operasional sekolah sudah harus mulai berjalan.

"Posisi memang tahun ajaran sudah harus mulai, sehingga kita harus segera berproses untuk menerima siswanya," pungkas Sumarno.

Hingga saat ini, tercatat ada 16 sekolah rakyat di Jawa Tengah, baik rintisan maupun permanen. Harapannya, sekolah rintisan yang ada juga berproses untuk menjadi permanen.

. 

Dalam kesempatan yang sama, Muhaimin Iskandar memastikan sekolah rakyat permanen di Sukoharjo akan mulai beroperasi pada tahun ini. Dia berpesan agar bangunan yang sudah didirikan dirawat dengan baik. 

"Yang paling penting adalah bagaimana agar maintenance, perawatannya. Perawatannya harus betul-betul disinergikan atau dikolaborasikan antara Kemensos sama pemerintah daerah. Karena ini tanahnya memang milik tanah pemerintah daerah," ujar Cak Imin, sapaan akrabnya. 

Cak Imin juga memuji gedung yang didirikan sangat bagus dan layak. Sehingga akan meningkatkan rasa percaya diri pada anak didik yang berasal dari Desil 1. 

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengakui, jumlah siswa SD untuk sekolah rakyat memang belum memenuhi kuota. Persoalannya dikarenakan orang tua yang masih sulit melepas anaknya. Karena harus tinggal berpisah selama menempuh pendidikan sekolah rakyat. 

Saat ini, jumlah pendaftar tingkat SD di sekolah rakyat Sukoharjo, sebanyak 37 anak. Sementara kuota yang dipersiapkan sebanyak 90 siswa. 

.

Terkait kurikulum, Sekolah Rakyat akan menerapkan pendekatan multi entry dan multi exit. Yang dikerjasamakan dengan Kementrian Dikdasmen. Kurikulum tersebut dinilai fleksibel untuk membantu mengakomodasi berbagai latar belakang dan kemampuan siswa.

"Jadi nanti kalau ada anak SD yang menyusul mau masuk ke sekolah tidak ada masalah," ujarnya.

Selain itu, guru yang akan mengajar di sekolah rakyat juga diprioritaskan berasal dari daerah di mana sekolah raya itu berada. Kalau sekolahnya di Sukoharjo, disiapkan guru-guru dari Sukoharjo. 

"Disiapkan asrama untuk guru, untuk kepala sekolah, dan orang tua kalau sewaktu-waktunya datang juga sudah disiapkan guest house," pungkasnya.

Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten  berada di atas lahan seluas 52.205 m2, dengan luas bangunan 29.693 m2. Terdiri dari bangunan sekolah, asrama, guest house, lapangan basket, mini soccer, rusun guru, gedung serbaguna, rumah ibadah, masjid, kantin, dapur dan rumah genset. 

Sekolah rakyat permanen di Sukoharjo memiliki kapasitas menampung 1.080 siswa untuk 30 rombongan belajar. Terdiri atas 18 rombel tingkat SD (540 siswa), 9 rombel tingkat SMP (270 siswa), dan 9 rombel SMA (270 siswa). 

(Kontributor : Widyo)

Berita Terkait