Bendera Partai Disandingkan PKI, PDIP Lapor ke Polda Jatim

Senin, 29/06/2020 - 22:56
PDIP Lapor ke Polda Jatim
PDIP Lapor ke Polda Jatim

Klikwarta.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan resmi melaporkan dugaan tindak pidana pembakaran bendera partai yang dilakukan oleh Aliansi Anti Komunis (ANAK) di depan gedung MPR/DPR RI, Rabu 24 Juni 2020 ke Polda Jatim. Selain di bakar, PDIP juga tak terima kalau benderanya disandingkan dengan bendera Partai Komunis Indonesia (PKI).

Laporan ke Polda ini dipimpin oleh Sekertaris DPD PDI Perjuangan Sri Untari Bisawarno dan Wakil Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan DPD PDI Perjuangan Jatim, Ida Bagus Nugroho, beserta 17 tim hukum. Laporan diterima Waka Polda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi menegaskan,Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada 25 Juni 2020 lalu telah menginstruksikan kadernya agar melaporkan pelaku pembakar bendera partai. PDIP menilai pembakaran bendera Partai dalam aksi ANAK NKRI merupakan penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi dan menghasut rakyat Indonesia.

"Dalam aksi itu simbol PDI Perjuangan telah disandingkan dengan bendera PKI yang nyata-nyata sudah dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Ini menghasut rakyat Indonesia agar mempunyai pandangan bahwa PDI Perjuangan identik dengan PKI," tegasnya, Senin 29 Juni 2020.

Kusnadi menyebut PDI Perjuangan adalah partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang. Disisi lain, partai ini mempunyai akar pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Yakni, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan Bung Karno pada 4 Juli 1927.

Untuk itu, PDIP Jatim mendesak agar aparat penegak hukum memproses hukum secara pidana pelaku pembakar bendera PDI Perjuangan dan penanggungjawab aksi ANAK NKRI. Padahal kelompok tersebut membuat sendiri lalu berteriak provokatif sambil membakar bendera. 

“Karena telah melakukan pembakaran bendera partai kami dan pihak-pihak lain yang terkait pembakaran tersebut atau setidak-tidaknya melakukan pembiaran (by omission) terhadap aksi pembakaran bendera Partai atau atribut PDI Perjuangan,” pungkasnya.

Sedangkan di tempat yang sama, salah satu anggota tim hukum Martin Hamonangan meminta pihak kepolisian untuk terus melakukan monitoring pengawasan adanya indikasi masalah pembakaran di Jakarta. Dia menduga insiden tersebut bisa bergeser ke daerah khususnya Jatim.

“Yakni dengan membentuk gerakan-gerakan atau kegiatan-kegiatan yang mengatasnamakan gerakan anti komunis, tetapi tujuannya adalah untuk menyerang pemerintahan yang sah,” pungkasnya.

(Pewarta : Supra)

Related News

Loading...

pers

loading...