Walikota Blitar Santoso Buka Rembug Perencanaan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah 2021-2026 (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com Blitar - Walikota Blitar Santoso berdiskusi atau rembug perencanaan arah kebijakan pembangunan daerah bersama petinggi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk masa pembangunan tahun 2021-2026.
Walikota Santoso mengungkapkan, rembug perencanaan arah kebijakan daerah menjadi sarana yang tepat untuk menyatukan konsep pembangunan daerah yang diterjemahkan dari visi misi kepala daerah oleh OPD bersama Walikota dan Wakil Walikota Blitar.
Acara yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar itu menghadirkan Narasumber dari Badan Diklat Widya Iswara Jawa Timur Bidang ESDM yang diwakili M. Taufik.
Dikatakan Santoso, dihadirkannya Narasumber ini bertujuan mengakses pengetahuan, pengalaman dan konsep terkini dalam hal penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar selaras dengan visi misi kepala daerah yang tersinkronisasi dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.
"Oleh karena itulah masukan-masukan pengalaman-pengalaman beliau (Narasumber) dalam rangka menyempurnakan konsep RPJMD ini sangat kita harapkan. Akhirnya nanti Bappeda biar bisa menyempurnakan konsepnya, pada saatnya musrenbang, konsep itu sudah sempurna," ucapnya kepada Wartawan di salah satu rumah makan di kota Blitar, Rabu (17/3/2021).
Secara substansi, Santoso menyebut prioritas rencana pembangunan daerah kedepan hal pertama yang harus dimatangkan ialah kesepahaman arah jalan tujuan pembangunan oleh kepala daerah dengan OPD. Menurutnya, OPD merupakan penterjemah pewujudan seluruh program kerja yang diusung pemerintahan Santoso-Tjutjuk.
"Skala prioritasnya ada di masing-masing OPD. Yang jelas sejalan dengan konsep pemerintah daerah adalah bagaimana memulihkan ekonomi nasional pasca pandemi. Kalau visi misi saya, bagaimana mewujudkan program 50-100 juta itu, pemasangan Wi-Fi, internet di masing-masing RT/RW itu menjadi prioritas sehingga bisa membantu masyarakat," paparnya.
Saat ini, Pemkot Blitar diakuinya tengah mempersiapkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan program 50-100 juta untuk RT tiap tahun per RT, internetisasi RT/RW, hingga program unggulan lainnya.
"Sehingga RT itu faham. Program itu untuk siapa, untuk apa dan bagaimana melaksanakannya. Sekarang masih disiapkan Juklak dan Juknisnya untuk itu," tutupnya.
(Pewarta : Faisal NR / ADV)








