Covid-19 Ancam Omset Pedagang, Anggota Dewan SBB Minta Bank Tangguhkan Cicilan

Senin, 30/03/2020 - 07:42
Pedagang di SBB
Pedagang di SBB

Klikwarta.com, SBB,Maluku - Dampak wabah Covid-19 sangat pengaruh pada pertumbuhan ekonomi serta mengancam penghasilan UMKM, dan ini sudah benar-benar perlahan dirasakan bagi pengusaha khususnya di bidang perdagangan, terlebih lagi bagi UMKM.

Berdasarkan pantauan di pasar dan beberapa toko-toko yang ada di kabupaten Seram Bagian Barat, banyak keluhan disampaikan para pedagang dalam waktu beberapa minggu terakhir ini omset pendapatan mereka benar-benar turun drastis.

Hal ini dirasakan Ibu Sulastri salah satu pedagang sayur dalam pengakuan kepada Klikwarta.com,Sabtu (29/3/2020), mengatakan akhir-akhir ini, kondisi pasar sangatlah sepi dari pembeli, tentunya berpengaruh pada penghasilan per hari para pedagang yang berjualan, tidak seperti biasanya sebelum adanya wabah Covid-19.

"Syukur bisa kembali modal, terkadang modal saja tidak kembali, apalagi macam saya pedagang sayur, jika sayur tidak terjual maka yang pastinya tertinggal dan membusuk begitu saja, karena tidak laku terjual akibat sepi pasar dan tak ada pembeli. Yang pastinya kami pedagang tetap alami kerugian dan tak kembali modal dan dampak dari wabah Covid-19 telah menjadi ancaman bagi penghasilan ekonomi terutama pagi pedagang eceran, apalagi kita punya cicilan angsuran yang harus distor ke Bank, dengan saat seperti ini tidak bisa capai untuk bayar storan kredit ke Bank. Kalau pasar normal seperti biasanya penghasilan per hari mulai pagi sampai siang berkisar Rp.500.000, saat kondisi seperti ini Rp 200.000 tidak capai", tuturnya.

Hal yang sama pula disampaikan oleh para pedagang makanan, pulsa dan kios kelontong pun demikian alami nasib yang sama seperti pedagang sayur, kalau kios kelontong saat normal kisaran penghasilan per hari Rp 700.000 - 1.000.000, saat ini penghasilan Rp 300.000.

Bukan hanya para pedagang, keluhan yang sama juga disampaikan para sopir dan ojek, disampaikannya, mobil pangkalan mereka kadang sehari tidak dapat penumpang, bahkan takut keluar untuk mencari.

"Kita semua pedagang baik pedagang sayur, makanan, pulsa dan kios terpaksa harus mengambil modal untuk membayar angsuran di Bank, karena minimnya keuntungan yang di dapatkan dari hasil penjualan akibat masalah wabah Covid-19 ini", beber Dewy kepada Klikwarta.com. 

Melihat persoalan ini, anggota DPRD asal fraksi PKB Eko Budiono saat dimintai pendapatnya menyampaikan rata-rata keluhan yang disampaikan karena modal mereka berasal dari pinjaman bank. "Seharusnya dengan keadaan seperti ini pihak bank harus maklumi dan ada kelonggaran untuk cicilan angsuran ditangguhkan sebagimana intruksi Presiden RI Joko Widodo", ujarnya. 

"Instruksi relaksasi hutang oleh Presiden RI mestinya sudah harus diterapkan serta menjadi perhatikan seluruh Bank yang ada di kabupaten SBB, mengingat kondisi saat ini semua dihadapkan dengan wabah Covid-19 dan aktivitas berdagang tak normal", sambung Budiono.

Lanjut Budiono, mengingat seluruh BANK di pusat sudah menerapkan kebijakan internal terkait restrukturisasi, sebagai respon dari POJK No.11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan couttercyclical sebagai dampak penyebaran wabah Covid-19 dan hal ini berlaku baik untuk non UMKM ataupun UMKM selama satu tahun. Misalnya khusus untuk UMKm ada kebijakan penundaan pembayaran cicilan pokok selama satu tahun.

"Dengan kondisi saat ini dimana para pedagang dihadapkan dengan masalah Covid-19, pihak Bank seharus berikan kelonggaran kepada setiap nasabah untuk tidak melakukan pembayaran cicilan angsuran, sesuai apa yang sudah diintruksikan Presiden RI", jelas Budiono.

Untuk itu, Budiono berharap para pihak Bank-Bank yang ada di SBB ini dapat memberikan informasi yang jelas dan secara terbuka terkait dengan program relaksasi utang ini, apalagi ini berlaku secara nasional dan ini juga menjadi persoalan terdampak yang serius pula. 

"Karena hari ini seluruhnya pasti akan terdampak dengan bencana ini, dan ini sesuatu yang tidak di sengajakan tapi ini masuk dalam kejadian bencana secara Nasional, apalagi hal ini secara tegas sudah di instruksikan langsung oleh presiden", cetus Budiono.

(Pewarta : Fitrah)

Related News

Loading...

pers

loading...