DPRD Kabupaten Blitar Sarankan OPD Jangan Gencar Serap Anggaran di Ujung Tahun Anggaran Berjalan

Kamis, 30/07/2020 - 23:13
Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)
Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com | Kabupaten Blitar - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto meminta sejumlah OPD enggan menyerap anggaran mendekati masa akhir tahun anggaran berjalan. 

Menurut Suwito, jika itu masih tetap terjadi, berpotensi untuk memperbesar nilai SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang sekaligus memperlambat proses pembangunan daerah. Untuk itu, dia mengimbau OPD memanfaatkan waktu yang tersedia dalam satu tahun anggaran disetiap bulannya produktif terjadi penyerapan anggaran.

"Rekomendasi kita tentang serapan anggaran, maka berkali-kali kita sampaikan untuk tidak di ujung kan serapan ini. Serapan ini kan dibebankan kepada bulan-bulan yang tersedia 12 bulan itu. Mana yang sudah bisa Februari atau Maret, sehingga apa, tidak ngumpul di belakang. Ngumpul di belakang SILPA-nya malah tambah banyak," ucap Suwito kepada Klikwarta.com seusai memimpin rapat paripurna, Kamis (30/07/2020).

Menyinggung SILPA tahun anggaran 2019 mencapai Rp 156 Milyar, Suwito menyebut itu akan menjadi pembiayaan di tahun anggaran berikutnya. Dia mengaku pemerintah telah berusaha untuk menekan nilai SILPA. Lantaran banyaknya serapan anggaran yang terjadi di masa akhir tahun anggaran berjalan, besaran SILPA menjadi melonjak.

Terjadinya perlambatan ekonomi daerah disaat pandemi Covid-19 kini, lanjut dia, harusnya menjadi momentum titik balik eksekutif untuk mendongkrak pemulihan ekonomi melalui sejumlah kebijakan yang berdampak strategis. Salah satu langkah untuk itu, bisa dilakukan melalui peningkatan kualitas percepatan penggunaan atau penyerapan anggaran.

"Dulu PU (Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang) yang awalnya kita nilai rendah ternyata di ujungnya tinggi juga. Tapi di ujung gitu lo. Padahal sekarang butuh perputaran ekonomi kan," sambungnya.

(Pewarta : Faisal NR / Adv)

Related News

Loading...

pers

loading...