Agrowisata Durenan Tawarkan Wahana Rekreasi Menarik Berkolaborasi Alam di Lereng Gunung Lawu

Jumat, 30/12/2022 - 13:42
Bupati Karanganyar Juliyatmono menandatangani prasasti peresmian Agrowisata Durenan, Kamis (29/12/2022) malam.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menandatangani prasasti peresmian Agrowisata Durenan, Kamis (29/12/2022) malam.

Klikwarta.com, Karanganyar - Kehadiran Agrowisata Durenan menambah destinasi wisata di Kabupaten Karanganyar. Letaknya berada kawasan lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso. 

Destinasi wisata ini baru saja diresmikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, pada Kamis (29/12/2022) malam.

Grand opening Agrowisata Durenan dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit berlakon "Semar Mbangun Khayangan" dengan dalang Ki Anom Dwijo Kanggo serta pentas musik campursari yang menghadirkan sejumlah artis dangdut dari OM Supranada.

"Agrowisata Durenan harus menjadi objek wisata yang moncer. Jalannya juga sudah bagus, bisa untuk memudahkan siapa saja berkunjung. Dan harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya," kata Bupati dalam sambutannya pada acara peresmian obyek wisata tersebut. 

Juliyatmono juga memberikan apresiasi atas kiprah pemilik Agrowisata Durenan. Pasalnya,  secara pribadi pemilik obyek wisata tersebut membangun jalan dan mengubah Desa Jatirejo menjadi lebih bagus. 

"Agrowisata Durenan Ini harus dikelola dengan baik. Sudah ada telaganya, kebun duren, serta penginapan. Keberadaan obyek wisata ini tentunya akan membawa berkah tersendiri bagi masyarakat Jatirejo," tandasnya. 

Sementara itu, Suyatno selaku pemilik Agrowisata Durenan mengatakan bahwa obyek wisata ini memadukan potensi pertanian dan wahana bermain serta rekreasi, di antaranya kolam pemancingan yang luas, penginapan, kuliner khas pedesaan serta petik buah durian. 

"Agrowisata Durenan ini konsepnya adalah memadukan atau potensi pertanian dan objek wisata yang berkolaborasi dengan alam, yakni memberikan kesempatan bagi pecinta durian untuk memetik sendiri di kebun yang telah disediakan, sekaligus menikmati pemandangan alam yang indah di lereng Gunung Lawu," jelas pria yang akrab disapa Mbah Komir itu.

Agrowisata Durenan, kata Suyatno, menempati lahan seluas 1,5 hektare. Agrowisata ini dibangun selama 2 tahun dan telah menghabiskan dana hingga 4 milliar. Termasuk pembuatan jalan serta pengecoran menuju Agrowisata sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 6 meter. Semua modal yang dikeluarkan merupakan uang pribadinya.

Pria berusia 63 tahun ini menjelaskan bahwa dengan harga tiket masuk (HTM) Rp 10 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati wahana yang ada di Agrowisata Durenan ini.

"Berbagai fasilitas wahana yang sudah tersedia, yakni tempat rekreasi jembatan kaca, spot selfi rumah burung dan telaga durenan," imbuh Mbah Komir. 

Di objek Telaga Durenan juga disediakan perahu bebek. Selain itu, jembatan kaca yang dibangun sendiri menyuguhkan pemandangan yang sangat asri, yakni berada di ketinggian lebih dari 100 meter di atas jurang.

"Jembatan kaca ini bentuknya sebagai spot selfi dengan panjang 5 meter. Semuanya sudah dijamin aman. Sementara untuk petik buah durian saat ini belum bisa dilaksanakan karena belum musim petik. Wisata petik buah durian ini dapat dinikmati pengunjung setelah buah durian siap petik dan harus memesan terlebih dahulu. Kalau petik duren ini harus pesan dulu. Jadi ketika siap petik nanti akan kita sampaikan ke pengunjung," paparnya. 

Dengan dibukanya lokasi wisata berkonsep kolaborasi alam di Lereng Gunung Lawu ini, pihaknya berharap Agrowisata Durenan mampu menarik para wisatawan sekaligus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait