Arti Sebuah Pencapain

Rabu, 19/07/2023 - 17:30
Ilustrasi ibu sedang bekerja keras

Ilustrasi ibu sedang bekerja keras

Oleh: Syawal Gilang Cahyadi

Klikwarta.com - Dahulu, ibuku terbilang orang yang kurang dalam ekonomi, hingga suatu saat ibu memberanikan diri pergi ke Jakarta. Di Jakarta ibu mengikuti tes CPNS, disamping itu ibu juga melamar bekerja sebagai paramuniaga di salah satu mall  di Jakarta. 

Ibu memiliki tekad agar menjadi orang yang sukses, segala pekerjaan ibu lakukan. Selama ibu menunggu hasil tes CPNS, ibu bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan mengasuh anak.  Akhirnya, yang ditunggu-tunggu ibu lolos dan menjadi pegawai PNS, selama menjadi PNS, ibu mencari uang tambahan. 

Ibu berjualan seprei menawarkan barang dagangannya ke rekan kerja. Ibu menghilangkan rasa malunya dengan berjualan karena menurutnya, selama itu pekerjaan yang halal tidak ada kata malu untuk melakukannya.

Setiap rekan kerja ibu berbelanja barang-barang mewah, ibu memilih untuk menabung gaji dan bonus yang ibu terima. Ibu memiliki impian membangun usaha di bidang properti, oleh karena itu ibu mengumpulkan uang agar impian ibu dapat terwujud.

Selama bekerja ibu tidak sempat mencari pasangan, hingga akhirnya ibu dikenali seorang pria oleh saudaranya. Dan ibu pun merasa cocok, ibu menikah dengan laki-laki yang saat ini menjadi ayahku. Ibu dan ayah memiliki dua orang anak, perempuan dan laki-laki.

Setelah menikah dan memiliki anak pekerjaan ibu bertambah, menjadi seorang istri dan menjadi ibu. Ibu memang bidadari tanpa sayap dikesibukannya itu, ibu tetap mengurus barang jualannya agar tetap berjalan.

Hingga suatu ketika, uang ibu sudah terkumpul untuk membeli tanah dan membangun rumah untuk dijual. Awal mula ibu berhasil menjual tiga unit rumah, lalu uang keuntungan ibu putar lagi untuk modal. Sampai sekarang dari awalnya hanya tiga unit, sekarang ibu berhasil menjual puluhan rumah.

Hasil kerja keras dan menabung ibu sudah terbayar, sekarang ibu mewujudkan impian-impian yang ibu belum sempat raih. Disaat teman-temannya sudah memakai mobil ibu hanya memakai motor jadul. 

Aku teringat disaat  ibu selalu menyentuh salah satu mobil, dengan tangannya disalah satu parkiran mall. Aku pun bingung, mengapa ibu selalu menyentuh mobil dengan model yang sama. 

Dengan rasa penasaran yang besar akhirnya aku bertanya kepada ibu. “Bu, kenapa selalu mobil itu yang disentuh ? Sedangkan, banyak model mobil yang berbeda di parkiran ini." Lalu, dengan suara lembut ibu berkata “iya, mobil ini adalah mobil impian aku.”

Sebenarnya ibu bisa saja membeli mobil impiannya itu, namun ibu selalu memikirkan keluarganya terlebih dahulu. Ibu adalah tulang punggung keluarga, sedangkan ayahku harus keluar dari pekerjaannya karena ulahnya sendiri. Menurut ibu keluarga lebih penting dari semua impian duniawinya. 

Setelah beberapa tahun kemudian, akhirnya ibu memutuskan membeli mobil impiannya dari tabungan hasil kerja kerasnya. Aku menyebut dengan lantang bahwa mobil itu ibu beli dari hasil keringatnya sendiri. 

Suatu hari, adik ayahku pernah berkata kepada ibu. “Mba ngapain beli mobil rongsokan." Sontak ibuku kesal dengan ucapan adik ayahku yang menyebut mobil kesayangannya itu adalah rongsokan.

Terkadang barang kesayangan kita selalu dipandang jelek oleh orang lain. Namun barang tersebut tetaplah barang yang paling berharga karena mereka hanya melihat jeleknya saja. Dan tidak melihat perjuangannya untuk mendapatkan barang tersebut. 

Mobil kesayangan ini ia sebut sebagai mobil perang, tapi bukan perang sungguhan ya. Melainkan, mobil yang selalu dipakai setiap hari untuk mengais rezeki. 

Ibu selalu mengajarkan ku untuk terus bekerja keras, dan menabung. Sehingga apa yang kamu impikan dapat tercapain dan kamu dapat menjalankan kehidupan dengan baik di kemudian hari.
 

Tags

Berita Terkait