Bayi Baru Lahir Dibuang, Sang Ibu Diancam 15 Tahun Penjara

Bayi berjenis kelamin perempuan yang diduga ditelantarkan ibu kandungnya
Bayi berjenis kelamin perempuan yang diduga ditelantarkan ibu kandungnya
DINAS PUPR
Dinas PUPR
HPN
Anti Hoax
Banner Utama

Bengkulu Utara, Klikwarta.com - Terungkap sudah, bayi baru lahir yang ditemukan di Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara beberapa waktu lalu ternyata diduga sengaja dibuang oleh ibu kandungnya sendiri inisial RS (23). 

Sebelumnya, bayi berjenis kelamin perempuan seberat 2,7 Kilogram dan panjang 42 CM yang ditemukan oleh warga Sebelat pada Minggu malam (01/03) itu kondisinya masih dalam keadaan ari-ari yang belum dipotong dan darah nyaris di sekujur tubuh. Bersyukur kondisi bayi masih hidup dan segera diberikan perawatan medis di Puskesmas Putri Hijau. Baca : Kejam! Bayi Baru Lahir Langsung Dibuang, Ditemukan di Putri Hijau

RS diketahui, seorang ibu rumah tangga di Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. Saat ini, RS telah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Putri Hijau. Kasus tersebut akan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bengkulu Utara.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi melalui Kabag Ops Kompol Erwin mengatakan, dari keterangan RS penelantaran bayi itu disebabkan permasalahan antara suami dan keluarga besarnya. "Mereka (RS dan suami) sudah tidak tinggal satu rumah, bukan permasalahan mereka, namun permasalahan antara suami dan keluarga besar RS," kata Erwin, Rabu (4/4/2018).

Pihak Kepolisian masih mendalami kasus tersebut, jika nanti terbukti menelantarkan anak, pelaku akan dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara.

Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 76 B berbunyi, "S‎etiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran,". Sementara Pasal 76 C ‎berbunyi, "Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.”

Kasus dugaan penelantaran bayi tersebut bermula dari warga Kota Bani Rosia pada Minggu (1/4/2018) malam menemukan bayi yang masih merah dengan kondisi berlumur darah dan ari-ari yang belum dipotong. Bayi tersebut ditemukan didepan pintu belakang rumah dengan berat badan 2,7 Kilogram. Kemudian, bayi diserahkan ke Puskesmas Putri Hijau untuk mendapatkan perawatan. Beruntung kondisi bayi sehat dan selamat. (BT/Iwan)

Dibaca: 85 kali
kpu

 

Related News