Hasil Autopsi Jenazah Terikat dan Mengapung di Sungai Siwaluh, Dipastikan Karena Tenggelam

Rabu, 31/08/2022 - 20:42
 Sejumlah relawan melakukan evakuasi jenazah Ngadiman yang ditemukan terikat dan mengapung di sungai Siwaluh, Minggu (21/8/2022) sore. (Foto : Istimewa)

Sejumlah relawan melakukan evakuasi jenazah Ngadiman yang ditemukan terikat dan mengapung di sungai Siwaluh, Minggu (21/8/2022) sore. (Foto : Istimewa)

Klikwarta.com, Karanganyar - Berdasarkan hasil autopsi, Kepala Tim Forensik dr Istiqomah memastikan penyebab kematian Ngadiman (63), warga Tegalwinangun, Tegalgede, Kabupaten Karanganyar yang jenazahnya ditemukan dalam keadaan terikat tali rafia dan mengapung di aliran Sungai Siwaluh pada Minggu, 21 Agustus lalu, adalah karena tenggelam. 

Keterangan Kepala Tim Forensik terhadap jenazah korban itu disampaikan Ps Kasubsi Penmas Seksi Humas Polres Karanganyar, Bripka Sakti, mewakili Kapolres Karanganyar, Danang Kuswoyo.

"Dari hasil autopsi diketahui bahwa penyebab meninggalnya korban dikarenakan tenggelam, sehingga mengakibatkan (korban) mati lemas," jelasnya, Rabu (31/8/2022).

Sakti mengatakan, dalam jangka waktu dari saat ini hingga empat pekan ke depan, polisi masih melakukan uji toksikologi, guna memastikan apakah terdapat kandungan racun pada tubuh korban. 

"Terkait ikatan pada tubuh korban, polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mengetahui  apakah korban mengikat dirinya sendiri atau ada pelaku yang mengikatnya," ucapnya.

Hingga saat ini, ungkap Sakti, ada sembilan saksi yang sudah dimintai keterangannya, terkait misteri kematian Ngadiman. Pihak kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa kaos lengan pendek berwarna putih milik korban dan dua utas tali rafia yang terikat pada tubuh korban saat ditemukan.

"Polisi tetap akan melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi lainnya. Penyelidikan masih dilakukan untuk lebih mendalami kasus ini," tandasnya.

(Pewarta: Kacuk Legowo)

Berita Terkait