Karanganyar Moeda, Galang Potensi Kreatif Kaum Muda Bumi Intan Pari untuk Kemajuan Desa

Senin, 30/10/2023 - 19:28
Deklarasi Komunitas Karanganyar Moeda, di kawasan Tegalsari, Bejen, Karanganyar, Sabtu (28/10/2023)

Deklarasi Komunitas Karanganyar Moeda, di kawasan Tegalsari, Bejen, Karanganyar, Sabtu (28/10/2023)

Klikwarta.com, Karanganyar - Karanganyar Moeda terbentuk  menjadi sebuah komunitas sebagai wadah kreatifitas bagi kawula muda di Bumi Intan Pari untuk berinovasi. Komunitas yang resmi dideklarasikan akhir pekan lalu ini dibentuk supaya kaum muda bisa lebih berkiprah melalui pemberdayaan untuk memajukan desa. 

Ketua Karanganyar Moeda Disa Alif Aliven, menjelaskan bahwa ada tiga poin yang melandasi dibentuknya komunitas ini. Pertama, kesadaran akan persamaan bahwa anak muda di dalam Karanganyar Moeda adalah lahir dari rahim yang sama, yakni Bumi Intanpari. 

"Kedua, adalah partisipasi. Bahwa anak muda harus ikut berpartisipasi dalam menentukan arah masa depan Karanganyar terutama daerah pedesaan, mengingat desa sebagai pusat kekuatan menuju kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Ketiga, adalah memperkuat kolaborasi untuk membangun network atau jaringan. Anak muda harus memiliki jaringan untuk bisa menyalurkan potensi mereka," jelas Disa kepada wartawan, di sela acara Deklarasi Karanganyar Moeda, Sabtu (28/10/2023) lalu. 

Sebelum deklarasi, acara talk show digelar dengan  menghadirkan narasumber tiga tokoh muda inspiratif. Yaitu, Silvia (29) seorang aktivis sosial dan penulis buku yang sejak usia 23 tahun sudah menjadi dosen. Ponco, Kades Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, yang dinobatkan sebagai kades termuda di Karanganyar. Berikutnya, DR Teguh Anshori, pemuda yang menjabat Sekretaris Muhammadiyah Karanganyar di usia 34 tahun.

‘’Kami ajak mereka mendengarkan talkshow dari pemuda berprestasi, sebagai inspirasi agar anak muda tidak takut berkarya. Sebab, banyak pemuda berkarya namun karena mendompleng nama besar orang tuanya. Sehingga, dari sini mereka kami dorong untuk mampu berkarya dengan mandiri,’’ tandas Disa. 

Deklarasi Karanganyar Moeda sendiri sengaja bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober. Menurut Disa, hal itu menggambarkan semangat yang akan dibawa Karanganyar Moeda dalam mengawal dan mendampingi desa untuk bisa lebih maju dan sejahtera dengan berkiprahnya kaum muda.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait