Anggota DPD RI, Lia Istifhama
Klikwarta.com, Jatim - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dimaknai sebagai momentum untuk menegaskan peran santri sebagai tonggak peradaban Indonesia di tengah tantangan global.
Anggota DPD RI dapil Jawa Timur, Lia Istifhama, mengatakan dengan tema besar "Santri Berkemajuan Menuju Indonesia Generasi Emas". Dia menyebut santri harus dibekali tidak hanya dengan keilmuan agama, tetapi juga karakter dan keterampilan tambahan agar mampu menjawab kebutuhan zaman.
"Dengan tema besar santri berkemajuan menuju Indonesia generasi emas, maka kita bicara bagaimana santri itu memang menjadi tonggak dari peradaban Indonesia di tengah global," ujar Lia.
Menurutnya, santri hari ini harus memiliki keunggulan di luar keilmuan pesantren agar dapat diterima dan berkontribusi di berbagai sektor publik. Ia kemudian merumuskan makna akronim 'Santri' sebagai karakter ideal santri masa kini.
"Yang pertama 'S' adalah tentunya kecerdasan, Smart, yaitu bagaimana mereka juga bisa membaca apa sih yang menjadi referensi saat ini, kebutuhan masyarakat saat ini seperti apa, sehingga mereka itu bisa diterima dimanapun nanti," jelasnya.
Karakter kedua adalah 'A' yaitu Adaptiveness atau kemampuan beradaptasi. Santri harus bisa beradaptasi, karena santri harus siap ketika ditempatkan di sektor-sektor publik
Ketiga adalah Networking atau jejaring.Huruf 'N' dalam 'Santri' adalah Networking. Dimana pesantren itu dengan ikatan alumni dan sebagainya itu menjadi sebuah model sosial, sehingga para santri ketika lulus tidak kehilangan tempat untuk belajar ilmu terapan.
" Mereka itu bisa mendapatkan ilmu terapan melalui ikatan alumni, setelah mereka sudah lepas dari pendidikan pesantren yang formal," terangnya.
Karakter keempat adalah 'T' yaitu Toughness atau ketangguhan. Santri selalu tangguh, selalu yakin dimanapun mereka berada. Mereka memiliki sifat tawakal sehingga tidak boleh memiliki sifat apatis.
Selanjutnya adalah 'R' yaitu Responsibility atau tanggung jawab. Mereka bertanggung jawab, karena mereka itu ada untuk kemajuan bangsa. Mereka kelak menjadi pemimpin bangsa.
Sementara karakter terakhir adalah 'I' yakni Integrity atau integritas. Mereka memiliki keyakinan bahwasannya mereka harus selalu berkarya, berprestasi demi pengabdian untuk bangsa.
Lia menegaskan, nilai Hubbul Wathon Minal Iman atau cinta tanah air bagian dari iman harus benar-benar diwujudkan santri melalui karya dan pengabdian.
"Jadi kita bicara Hubbul Wathon Minal Iman itu benar-benar diterapkan oleh mereka. Jadi santri adalah akronim dari kata Smart, Adaptiveness, Networking, Toughness, Responsibility, dan Integrity," pungkasnya.








