Ilustrasi Persahabatan. Photo by Savannah Dematteo on Paxels
Oleh: Syaqila Nadya Salsabila (Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta)
Ketika berbicara tentang sahabat, pikiranku selalu melayang pada dua nama yang telah menemani perjalanan hidupku sejak aku dan Rere masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Namanya Reyvita atau yang sering di panggil Rere. Rere bukan hanya seorang teman, tetapi sosok yang selalu ada di setiap suka dan duka, seperti pelangi yang selalu muncul setelah hujan deras.
Pertemuan pertama aku, dan Rere terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat pertama masuk sekolah aku dengan putri teman sebangku, dan tidak terduga keluargaku dan keluarganya saling kenal. Sedangkan Rere? Rere duduk dengan teman lainya, saat awal aku dan rere tidak begitu akrab. Aku dan Rere baru akrab sebelum semester 2 dimulai. Setelah aku dan Rere Akrab, Dengan senyum hangat dan tawa lepas, Rere membuatku merasa nyaman. Sejak saat itu aku dan Rere berdua seperti tak terpisahkan.
Rere adalah tipe orang yang selalu tahu bagaimana cara membuat orang di sekitarnya merasa bahagia. Setiap kali aku merasa sedih atau tertekan, Rere selalu ada dengan cerita-cerita lucunya atau dengan pelukan hangatnya. Rere tahu bagaimana mendengarkan dengan hati dan memberikan nasihat tanpa menghakimi. Baginya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dan Rere selalu memastikan aku melihat sisi positif dalam segala hal.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika aku mengalami masa sulit dan masalah dengan keluarga. Saat itu, permasalahan keluarga membuatku merasa tertekan dan cemas. Di saat-saat itu, Rere selalu ada untukku. Rere datang di saat aku membutuhkan pelukan dan pendengar yang baik, Memberikan saran-saran, atau sekadar mendengarkan keluh kesahku. "Kamu pasti bisa melewati ini," kata Rere dengan penuh keyakinan. Kata-kata Rere menjadi penyemangat bagiku untuk terus berjuang.
aku dan Rere juga sering menghabiskan waktu bersama di luar ruangan. Pergi berkemah, menginap bersama, atau sekadar berjalan-jalan mengelilingi Jakarta. Setiap petualangan kecil itu selalu penuh dengan tawa dan kebahagiaan. Rere adalah orang yang selalu mendorongku untuk mencoba hal-hal baru dan menikmati setiap momen dalam hidup. Bersamanya, dunia terasa lebih cerah dan penuh warna.
Namun, persahabatan aku dan Rere juga diuji oleh waktu. Ketika aku dan Rere harus berpisah untuk melanjutkan studi di universitas ataupun bekerja, ada kekhawatiran bahwa aku dan Rere mungkin akan kehilangan kontak. Namun Rere dan aku berjanji untuk tetap saling mendukung, meskipun aku dan Rere mempunyai kesibukan yang berbeda. aku dan Rere rutin mengirim pesan, menelepon, dan bahkan mengadakan video call. aku dan Rere bercerita tentang kehidupan kampus atau dunia kerja, teman-teman baru, dan tantangan yang aku dan Rere hadapi.
Saat liburan tiba, aku, Rere selalu menyempatkan diri untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Meskipun banyak hal berubah, persahabatan aku dan Rere tetap kuat. Setiap pertemuan selalu dipenuhi dengan nostalgia dan cerita-cerita baru. aku dan Rere tertawa, menangis, dan saling menguatkan, seperti dulu.
Salah satu hal yang paling aku kagumi dari Rere adalah ketulusannya. Rere selalu memperlakukan semua orang dengan baik, tanpa memandang latar belakang atau status Rere. Rere selalu mengajarkan pentingnya empati dan kebaikan hati. Rere adalah orang yang pekerja keras, aku mengagumi cerita-cerita Rere saat berbagi pengalaman kerja pada ku,
Sekarang, ketika aku menulis ini, aku berharap bisa mengungkapkan betapa berharganya persahabatan aku dan Rere. Rere adalah orang yang selalu bisa diandalkan, kurang lebih 6 tahun kehadirannya membawa kebahagiaan dan ketenangan. Dia adalah pelangi di setiap langit hidupku, yang selalu muncul untuk mengingatkan bahwa setelah badai, selalu ada keindahan yang menunggu.
Sahabat sejati seperti Rere adalah anugerah yang tak ternilai. Dia bukan hanya teman, tetapi bagian penting dari hidupku. Setiap kenangan bersamanya adalah harta berharga yang akan selalu kusimpan dalam hati. Melalui setiap tawa, air mata, dan petualangan yang kami bagi, Aku sangat bersyukur mendapatkan sahabat sepertinya. Tidak akan ku sangka persahabatan ini sudah dijalankan cukup lama. Aku belajar bahwa sahabat sejati adalah mereka yang selalu ada, tanpa syarat dan tanpa pamrih.
Rere, terima kasih untuk segala cinta dan kebaikan yang telah kamu berikan. Aku berharap kita akan terus bersama, mendukung satu sama lain, dan menciptakan lebih banyak kenangan indah di masa depan. Karena sahabat sepertimu adalah pelita yang menerangi setiap langkahku, dan aku akan selalu berusaha menjadi sahabat yang bisa membuatmu bangga.








