Mengenal Hustle Culture pada Generasi Z

Selasa, 11/07/2023 - 13:08
Ilustrasi generasi Z yang menjalani budaya hidup Hustle Culture. Foto: Unsplash

Ilustrasi generasi Z yang menjalani budaya hidup Hustle Culture. Foto: Unsplash

Oleh : Arsitta Dwi Pramesti

Klikwarta.com - Generasi Z dijuluki sebagai Burnout Generation akibat obsesinya untuk menjadi produktif dan bekerja keras. Lantas, apakah sebenarnya Hustle Culture yang mereka jalani? Hustle Culture ialah sebuah mindset yang mengacu pada konsep seseorang bekerja keras sepanjang hari, dengan rutinitas padat setiap harinya, untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Seseorang yang menerapkan budaya ini rentan terkena burnout atau keadaan dimana dirinya tak mampu lagi bekerja akibat kelelahan. Selain itu, juga dapat menimbulkan toxic productivity atau perasaan bersalah saat mengambil rehat dan tidak produktif.

Sebagai generasi yang lahir pada zaman perkembangan teknologi pesat, generasi Z memiliki kemudahan untuk mengakses segala informasi di internet. Mulai dari informasi kuliah, magang, beasiswa, pekerjaan hingga berbagai materi sertifikasi. Kemudahan ini tentu mendatangkan banyak keuntungan, namun gaya hidup yang segalanya serba one click away, membuat gen Z memiliki obsesi untuk menguasai banyak hal. Lalu, kenapa Hustle Culture banyak diterapkan oleh Gen Z?

Banyak dari generasi ini yang beranggapan bahwa di dunia yang segala persaingan semakin ketat, jika kita tertinggal maka kita tidak akan bisa bersaing. Dalam sebuah talkshow bertajuk

"Hustle Culture and The Burnout Generation: Harmful or Necessary", seorang generasi Z bernama Judithya Pitana, berkata bahwa Hustle Culture merupakan gaya hidup yang mendorongnya untuk maju.

"Di jaman persaingan ketat, kalo kita nggak hustle, nggak mungkin maju," ungkap Judi. Contoh budaya hustle lain dilakukan oleh seorang anak berumur 13 tahun, bernama Caca, yang membuat akun belajar di twitter karena berambisi berkuliah di jurusan Kedokteran

Universitas Indonesia. Seorang murid yang menduduki bangku kelas 7 SMP ini, menampilkan bio twitter berbunyi "Filsafat/Kedokteran UI 2029". Menanggapi hadirnya akun Caca di linimasa, banyak netizen yang memberi komentar negatif karena menganggap Caca terlalu dini untuk berambisi mengejar kampus impian. Di usianya saat ini, lebih baik baginya untuk menikmati bangku sekolah dan fokus mengejar prestasi di SMP agar dapat
masuk SMA favorit.

Budaya hustle yang kini dijalani generasi Z memiliki banyak kekurangan pada pelaksanaannya. Berdasarkan hasil survei Alvara Research Center, generasi Z menjadi generasi yang mudah cemas dan stress dengan tingkat kecemasan paling tinggi dibandingkan
kelompok usia lainnya.

Maka, untuk menjalani budaya hustle ini diperlukan pemahaman atas batas kemampuan diri sendiri. Generasi Z harus bijaksana dalam mengelola waktu dan tenaga pada aktivitas pilihannya. Karena bekerja keras saja tidak cukup, melainkan juga harus bekerja cerdas. Menyeimbangkan waktu antara bekerja dan rehat sejenak penting untuk dilakukan mengingat istirahat sama pentingnya dengan bekerja keras.

Tags

Berita Terkait