Murid SD di Lamongan Tuai Apresiasi setelah Berani Tampil dan Fasih Berbahasa Inggris

Jumat, 19/06/2026 - 19:45
Suasana belajar di SD Muhammadiyah Lamongan (SD Muhla), Jawa Timur tampak berbeda saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq hadir di sana

Suasana belajar di SD Muhammadiyah Lamongan (SD Muhla), Jawa Timur tampak berbeda saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq hadir di sana

Klikwarta.com, Lamongan - Suasana belajar di SD Muhammadiyah Lamongan (SD Muhla), Jawa Timur tampak berbeda saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq hadir di sana beberapa waktu lalu. Kesempatan ini, tidak hanya menjadi momen peninjauan program pendidikan, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif tentang keberanian murid dalam menunjukkan potensi terbaiknya.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Atalia Basani, murid kelas 6A sekaligus jurnalis cilik SD Muhla. Dengan penuh percaya diri, Atalia berinteraksi dan menunjukkan kemampuan yang dimilikinya di hadapan audiens. Sikap berani dan kemampuan berkomunikasinya yang baik membuat Wamendikdasmen memberikan apresiasi khusus terhadap kualitas peserta didik di sekolah tersebut. “Anak-anak di sini luar biasa. Mereka berani tampil dan banyak yang fasih berbahasa Inggris. Ini merupakan modal penting untuk melahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Fajar.

Kesan positif itu diperoleh saat Wamendikdasmen melakukan kunjungan kerja ke SD Muhammadiyah Lamongan untuk meninjau implementasi integrasi teknologi pembelajaran sekaligus penguatan karakter murid. Dalam kunjungan tersebut, ia berkeliling ke sejumlah kelas dan melihat langsung bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung proses belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah kelas persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika bagi murid kelas 4 dan 5. Para peserta di kelas ini baru saja mengikuti kompetisi tingkat kabupaten. Di ruang belajar tersebut, perangkat _Interactive Flat Panel_ (IFP) tampak digunakan secara aktif sebagai media pembelajaran dan alat peraga interaktif.

Menurut guru pendamping, kehadiran perangkat digital tersebut memberikan dampak nyata terhadap efektivitas pembelajaran. “Kami biasanya mengutamakan penggunaan IFP untuk materi yang membutuhkan praktik seperti IPA dan Matematika karena sudah tersedia berbagai alat peraga di dalamnya. Anak-anak juga lebih mudah memahami materi,” jelasnya.

Di hadapan para murid, Fajar tidak hanya mengamati proses belajar, tetapi juga memberikan motivasi. Ia mengajak mereka untuk tidak takut mencoba dan tidak khawatir melakukan kesalahan saat belajar. “Yang penting itu adik-adik punya keberanian tampil. Lalu mengerjakan, mengikuti prosesnya. Soal benar atau salah itu nomor dua,” pesannya hangat. Nasihat tersebut disambut antusias oleh para murid. Kia, salah satu murid kelas 5  mengaku belajarnya menjadi lebih mudah dan menyenangkan dengan bantuan teknologi yang tersedia di sekolah. 

Kunjungan kemudian berlanjut ke kelas ekstrakurikuler IPA. Di sana, Airin tampil di depan kelas menjelaskan simulasi siklus air menggunakan media pembelajaran digital. Presentasinya yang lancar menunjukkan bagaimana murid tidak hanya memahami materi, tetapi juga terlatih menyampaikan gagasan di depan publik.

Di sela interaksi dengan para murid, Wamendikdasmen juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kehidupan sosial. Ia mengingatkan agar anak-anak tidak terlalu bergantung pada gawai dan media sosial. “Rajin beribadah, gemar belajar, dan aktif bermasyarakat jangan hanya dihafal, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Penguatan karakter tersebut sejalan dengan capaian akademik SD Muhammadiyah Lamongan yang membanggakan. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), rata-rata nilai Matematika dan Bahasa Indonesia sekolah ini mencapai 90,6. Nilai tertinggi Matematika tercatat sebesar 93,33, sedangkan Bahasa Indonesia mencapai 96,33. Bagi pihak sekolah, capaian tersebut merupakan hasil dari perpaduan antara pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pembiasaan karakter yang dilakukan secara konsisten.

Kunjungan kerja Wamendikdasmen ke SD Muhammadiyah Lamongan menjadi gambaran bagaimana transformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana digital, tetapi juga membangun keberanian, kreativitas, dan karakter peserta didik. Melalui langkah percepatan digitalisasi kelas, peningkatan kualitas sarana pendidikan, serta penguatan nilai-nilai karakter, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kemasyarakatan.

Dari keberanian Atalia sebagai jurnalis cilik, semangat Kia dalam belajar, hingga kemampuan Airin mempresentasikan ilmu pengetahuan di depan kelas, tampak jelas bahwa masa depan pendidikan tidak hanya dibentuk oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh anak-anak yang berani tumbuh, belajar, dan percaya pada kemampuannya sendiri. (**) 

Berita Terkait