Keramik
Oleh: SYAHRANI TRIANA
Di tengah hiruk pikuk padatnya pemukiman di kota Depok ada sebuah rumah yang memiliki beberapa sisi dengan keunikannya tersendiri, dan sering dijadikan lokasi wisata edukasi tentang keramik yaitu rumah keramik F. Widayanto. Rumah tersebut dibangun pada 1997 yang berlokasi di Jalan Curug Agung No. 1, Kecamatan Beji, Kota Depok.
Saya berkunjung kerumah keramik tersebut lalu bertemu dengan Apip selaku pengelolah atau pemandu wisata untuk membawa para wisatawan kedalam rumah keramik tersebut. Apip memperkenalkan sosok di balik rumah F. Widayanto merupakan seniman keramik Indonesia yang lahir di Jakarta pada tahun 1953. Beliau kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) dengan mengambil jurusan Keramik dan lulus pada tahun 1981. Beliau telah melanglang buana di dunia keramik, ditandai dengan banyaknya pameran yang pernah dibuat baik di dalam maupun luar negeri.
Membayar tiket masuk dan sudah mendapatkan welcome drink perorang. Ketika melewati pintu masuk rumah ini disuguhkan dengan tanaman yang indah sehingga banyak kupu-kupu yang berkeliaran dan suara percikan air seperti di tengah-tengah perdesaan.
Rumah keramik ini memiliki tiga level atau undakan, terdiri dari level pertama merupakan bagian paling bawah terdapat toko keramik dan restoran. Level kedua untuk rumah keramik bisa untuk foto maupun menginap. Level ketiga untuk kegiatan membuat keramik.
Level paling atas atau level ke tiga terdapat sebuah bangunan semi terbuka yang biasa digunakan untuk belajar membuat keramik. Dengan harga yang ditawarkan cukup bervariatif per orang, lalu akan diberikan tanah liat. Kemudian akan dibimbing membuat keramik, dan hasilnya nanti dapat dibawa pulang ke rumah.
Bahan dasar untuk membuat keramik adalah tanah liat, karena tanah liat bersifat liat atau lengket, sulit menyerap air, serta dapat terpecah menjadi butiran-butiran yang halus saat keadaan kering. Pembentukan tanah tanpa meja putar bisa dilakukan menggunakan teknik pemijitan, teknik pilin, dan teknik lempengan. Setelah proses pembentukan selesai, tahap selanjutnya adalah proses pengeringan. Pengeringan bisa memanfaatkan angin alam atau penjemuran di luar ruangan di bawah sinar matahari. Proses selanjutnya adalah pembakaran, proses ini dilakukan supaya keramik yang semula rapuh menjadi padat, keras, dan kuat. Bahan-bahan keramik mentah kemudian dimasukkan ke dalam tungku pembakaran lalu dibakar. Pada tahap finishing, keramik bisa dihaluskan dan diwarnai sesuai kemauan. Alat yang digunakan untuk menghaluskan biasanya ampelas. Setelah keramik jadi sesuai dengan bentuk yang diinginkan, keramik dibakar kembali untuk membuatnya lebih kuat. Pembakaran kedua ini dilakukan selama 10 jam.
Pembuatannya sendiri memerlukan waktu seminggu, dari tahap pembuatan hingga selesai. Total pembuatan bisa mencapai satu bulan, untuk patung-patung besar memakan waktu lima bulan. Selain belajar membuat keramik wistawan dapat memanjakan mata dengan melihat-lihat hasil karya indah dan ikonik yang dipajang cocok untuk lokasi berfoto.
Rumah F. Widayanto merupakan wisata yang mengenal keberagaman keramik yang dihasilkan oleh seniman kebangga Indonesia F. Widayanto dan membuat para wisatawan mendapatkan ilmu baru cara membuat keramik. Seni Keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya seni dari yang bersifat tradisional sampai kontemporer. Kerajinan seni keramik melambangkan kegigihan dan kerja keras. (*)








