Kupu-Kupu di Lingkungan Kampus

Selasa, 04/07/2023 - 17:58
ilustrasi

ilustrasi

Oleh: Lutfi Sheykal mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

Kupu-kupu yang lucu,

Kemana engkau terbang,

Hilir mudik mencari,

Bunga-bunga yang kembang,

Berayun ayun,

Pada tangkai yang lemah,

Tidakkah sayapmu merasa lelah.

Kupu-kupu merupakan keluarga dari ordo lepidoptera atau serangga bersayap sisik. Kupu-kupu memiliki perkembanganbiakkan yang sempurna, tahap perkembangannya dimulai dari kupu-kupu dewasa, telur, ulat, kepompong, hingga kembali menjadi kupu-kupu dewasa.

Kupu-kupu berkeliaran di taman-taman penuh bunga nan indah, mengambil serbuk-serbuk sari menjadi sumber kehidupannya. Serbuk-serbuk sari yang diambil oleh kupu-kupu menjadi sebuah manfaat bagi bunga-bunga untuk penyerbukan, biasa disebut dengan simbiosis mutualisme.

Kegiatan yang dilakukan oleh kupu-kupu dengan serbuk sari pada bunga merupakan kegiatan yang saling menguntungkan atau biasa disebut dengan simbiosis mutualisme. Kupu-kupu mendapatkan makanan dan serbuk sari dapat berkembang biak dengan sempurna bersama putik bunga.

Kupu-kupu dan bunga setelah saling menuai kebermanfaatan, kupu-kupu akan pergi dan tidak menetap kepada bunga. Begitu pula di lingkungan kampus, dimana mahasiswa setelah mendapatkan materi pembelajaran akan pulang dan tidak menetap atau sekedar nongkrong  di kampus maka dari itu mahasiswa ini disebut sebagai kupu-kupu. 

Kupu-kupu di lingkungan kampus bukanlah hewan kupu-kupu yang sebenarnya, melainkan istilah bagi mahasiswa yang tidak ada kegiatan di kampus selain hanya untuk menuntut ilmu. Kupu-kupu di lingkungan kampus berartikan kuliah pulang kuliah pulang, hingga keberadaannya tidak dikenali oleh masyarakat kampus itu sendiri. Untuk menjadi seperti ini hanya perlu bersikap biasa saja dan tidak mengikuti semua aktifitas kampus di luar pembelajaran.

Menjadi mahasiswa kupu-kupu adalah sebuah pilihan jika kalian tidak ingin masuk ke dalam politik kampus yang rumit. Kupu-kupu di kampus biasanya memiliki sedikit teman dan bahkan mereka setelah diadakannya pembelajaran akan langsung meninggalkan kampus.

Mahasiswa kupu-kupu merupakan pola kehidupan yang khas di lingkungan kampus dimana mereka seakan-akan tidak ingin berada lama-lama di lingkungan kampus. Pola mahasiswa kupu-kupu mengungkapkan bagaimana mereka menjalani akademik dan kehidupan pribadi mereka.

Dibalik itu menjadi kupu-kupu di lingkungan kampus ternyata ada kelebihan di dalamnya, mahasiswa yang memilih menjadi kupu-kupu biasanya memiliki keahlian yang lebih. Terkadang mereka sudah memiliki penghasilan tersendiri, sehingga mereka merasa membuang waktu jika harus mengikuti organisasi yang ada di kampus.

Mahasiswa kupu-kupu akan lebih fokus dalam menjalani perkuliahan, tak perlu repot memikirkan organisasi yang berat. Mahasiswa kupu-kupu dapat memiliki kesempatan dalam mengembangkan keahlian mereka.

Mahasiswa kupu-kupu akan cenderung memiliki pola adaptasi yang dapat menyesuaikan keadaan, karena neraka akan menghadapi situasi yang selalu berubah-ubah tidak menetap dengan lingkungan yang sama terus menerus. Menjadi kupu-kupu bukan berarti seorang introvert hanya saja lebih mementingkan kehidupan luar dibanding harus terjerumus di politik kampus.

Menjadi mahasiswa kupu-kupu bukanlah hal yang buruk untuk dipilih, meskipun terlihat kecil dan tidak diketahui keberadaannya namun dengan seperti itu dapat membuat kita lebih banyak belajar dan mengerti sikap setiap individu yang kita temui. Kupu-kupu memiliki bentuk tubuh yang kecil dan kupu-kupu memiliki manfaat bagi kehidupan ekosistem alam semesta.

Kupu-kupu bukanlah hewan mamalia yang melahirkan anak dan menyusui melainkan hewan ovipar. Ovipar merupakan hewan yang berkembang biak dengan mengeluarkan telur dari hasil pernikahannya. (LS)

Tags

Berita Terkait