Sosok Petinggi KPA /PA DPW Bireuen (Wilayah Bate Ie Liek) Berpose Seusai Melaksanakan Kampanye Calon Kepala Daerah Di Kabupaten Bireuen (Pilkada 2017 Lalu). foto.net
Klikwarta.com, Bireuen - Komite Peralihan Aceh (KPA) Beserta Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Wilayah Kabupaten Bireuen Propinsi Aceh Mengagendakan Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) di Aula Wisma Bireuen Jaya Bireuen, Minggu Besok 28 Oktober 2019.
Diprediksikan Kehadiran Para Anggota Dan Peserta Pengurus beserta Simpatisan Partai Lokal Dari 4 Bagian WilayahTerdiri 33 Sagou (17 Kecamatan) ke Lokasi Acara di Wisma Seputaran Kota Kabupaten Bireuen Esok Hari Akan Mendominasi Warna Pemandangan Merah Dari Khas Warna Kostum Partai Besutan Para Mantan Petinggi GAM Yg Di Nakhodai Muzakkir Manaf.
Tokoh Partai Aceh DPW Bireuen Yg Kini Menjabat Sebagai DPRA Dapil Bireuen H KhaliliSH Dipercayakan Selaku Ketua Pelaksana Muswil (Tim Fomatur) Yg Di Bantu Oleh Idris Kasem Sebagai Sekretaris dan Dibantu Oleh Delapan Orang Anggota Sekomunitas Dari Empat Wilayah.
Keterangan Yang Berhasil Dihimpun Media Ini Dari Kalangan Petinggi Partai Aceh DPW Bireuen, Status Ketua DPW Partai Aceh Bireuen Selama Ini Merupakan Plt. " Status Ketua Yang Dipegang Tgk Darwis Djeunieb Sejak sekitar Dua Tahun Lalu Itu Adalah Ketua Plt. .akanya Karena Sesuai Dengan Permintaan Kelengkapan ADM Sruktur Kepengurusan Organisasi Yang Definitif Oleh Lembaga Menkumham, Maka pihak DPP Meminta Jajarannya Menyempurkan.Legalitas Struktur Lembaga Disemua Tingkatan", Ungkap Rusyidi Mukhtar Alias Cilangiek, Sabtu 27Oktober 2019, Di Optimum Coffe.
Sementara Menyangkut Sosok Calon Ketua Partai Yang Bakal
Menakhodai Partai Berlogo Khas "Bintang Bulan" Periode Berikutnya Yang Bakal Berkompetisi Dalam Muswil Besok Menurut H Khalili, Sampai Jelang - 1 H Sore, Belum Ada Nama Kandidat Calon Yang Muncul.
"Yang Pasti Kalaupun Hingga Waktu Pelaksanaan Muswil Minggu Besok Tidak Ada Berkas Calon Ketua Yang Masuk, Kami Selaku Tim Formatur Akan Meminta Ketua Plt Darwis Djeunieb Untuk Setuju Melanjutkan Tanggunggung Jawab Sebagai Ketua Definitif" Urai Khalili Sembari Menambahkan jika Pihaknya Sebagai PenanggungJawab Pelaksana Muswil DPW PA Bireuen 2019.Sudah Melakukan Koordinasi Awal dengan Annggota PA YangTerbagi Empat Wilayah Dan Memberi Limit Waktu 1Maksimal Selama15 Hari," Demikian Terang Khalili, Disela - Sela Tahap Evaluasi Kesiapan Gelar Acara Esok DenganSejumlah Anggotanya,.di Optimum Coffe Pusat Kota Bireuen.
Didampingi Para Anggota Teras KPA / PA Daerah II Dan Juga III, Khalili Yang Berdampingan Dengan Ketua D0RK Bireuen "Ceulangiek" Turut Menyampaikan Bahwa Partai Aceh Juga Partai Yang Berimajinasi Kesejahteraan Masyarakat Aceh kedepan. Begitupun, Partai Khas Merah Ini Membuka diri Kepada Semua Sosok Tokoh Dari Berbagai Unsur Yang Berkemauan Mencalonoan Diri Menjadi Pimpinan Partai Yg Tentunya Harus Melewati Pra Syarat Awal Dari Aturan Yang Tertuang AD/ART lembaga.
Sementara Itu, Ramli Yang Loyang Disapa Gumok, Salah Seorang Mantan Pejuang GAM Daerah IV Wilayah Bate Ie Liek Yang Paling Diburu Pihak Keamanan Dimasa Konflik Yang Coba Diminta Tanggapannya Terkait Agenda Muswil KPA dan Partai Aceh Menyebutkan, Kalau Sikap Dan Kebijakan Partai Aceh Tidak Dievaluasi Dan Dilakukan Pembenahan Internn, Dan Terus Mengabaikan keadaan kehidupan warga Tingkat bawah sampai kapanpun cita - cita PA Untuk Menjadi Besar Dan Diterima Oleh Masyarakat tidak pernah berkah dan jauh dari kemajuan.
"Tingkat Moralitas PA dalam benak masyarakat akan Begini-Begini Terus Malah Berjalan Mundur," Tandas Warga Pesangan Selatan, Gumok Seraya mengingatkan Jumlah Perolehan Kursi Legislatif Baik Di DPRK Bireuen Maupun Jumlah Kursi PA DPRA Yang Sangat Merosot ditiap Periode Pemilu lalu.
Walaupun tokoh muda peduli kemajuan Aceh ini, Mengaku Tidak lagi berada dalam program Partai Aceh disebabkan bertolak belakang dengan sistem yg berlakukan dengan Yang digembar gemborkan awalnya kepada masyarakat Aceh, namun rasa memili terhadap partai yang Kelahirannya di bidani oleh para mantan petinggi GAM menggambarkan andaikata para petinggi itu tidak memillah-milah keberadaan dan tingkatan kasta masyarakat dan juga terhadap semua partai lokal, dipastikan Mantan petinggi GAM, pasti Moralitas mantan pejuang akan Semakin Bernilai untuk kemudian akan berbaur menyatukan diri dengan partai khas paling Mula dibentuk di Propinsi Aceh ini.
Selanjutnya, menurut pandangan Gumok, tentang fungsi dan keberadaan wali Nanggrou Aceh pasca "Peace Agrement MoU Helsingki".
Diakui atau tidak, sosok wali nanggrou aceh itu menurut pwnilaian saya masih sangat berpikiran terbatas, artinya Tetap menganggap kalangan orang KPA/PA Itu masyarakat "Paling Aceh" dan pantas mendapat perioritas kepedulian.
"Demikian sikap yang terus dipelihara, padahal dari nama besar saja Jabatan wali itu dinamakan "Wali Nanggrou Bangsa Aceh", secara menyuluruh, tidak harus ada komunitas yang harus mendapat perioritas," demikian Tandas Ramli Gumok, sambil menambahkan menyangkut nama besar wali, tidak mesti dilabel wali nanggrou ke sekian. Padahai lebih tepatnya dipatri dengan wali nanggrou Aceh perdana pasca Kesepakatan damai Antara Pihak GAM dengan Pemerinah Indonesia (Roes - Brn)








