Foto Giga Sedang Memotret
Oleh : Mahagiga, Mahasiswa Penerbitan (Jurnalistik) Politeknik Negeri Jakarta
Klikwarta.com - Fotografi awalnya hanya pelarian dari rasa bosan.Kini menjadi pekerjaan yang menjanjikan dan menyenangkan.Semua berawal dari sikap hangat dan profesional.Relasi yang kuat membuka peluang lebih luas.
Bagi Mahagiga Wicaksono, dunia fotografi awalnya hanyalah pelarian dari rasa bosan. Ia senang memotret mobil-mobilan, suasana jalanan, atau apa pun yang menurutnya estetik. “Dulu cuma buat seru-seruan,nggak nyangka bisa jadi sumber cuan juga.”
Seiring waktu, Giga mulai mendapat permintaan dari teman-teman untuk memotret motor, dan aktivitas mereka. Hasil fotonya yang rapi dan penuh karakter membuat banyak orang tertarik menggunakan jasanya. Dari situ, lingkaran relasinya meluas, terutama di kalangan selebgram otomotif.
“Dari satu orang yang puas, biasanya langsung ngajak temennya. Itu jadi rantai rezeki,” katanya.
Yang membuat Giga menonjol bukan hanya hasil visualnya, tapi juga suasana yang ia bangun saat bekerja. Ia tahu kapan harus serius dan kapan harus santai.
“Kerja bareng selebgram itu harus fleksibel. Kadang sambil ngobrol, sambil ngopi, tapi tetap fokus,” ungkapnya.
Tak jarang ia terlibat lebih dalam dari sekadar memotret. Giga sering diminta membantu membuat konsep konten, memilih angle yang tepat, hingga memberi masukan soal editing dan cara posting.
“Mereka nggak cuma butuh fotografer, tapi juga partner yang bisa diajak mikir bareng soal visual,” tuturnya.
Kemampuan Giga dalam berkomunikasi menjadi nilai tambah yang tak kalah penting. Ia terbiasa menjelaskan jasanya dengan tenang dan percaya diri, serta menjaga nada bicara agar tetap profesional. Membangun first impression yang menyenangkan adalah prinsip kerja yang selalu ia pegang.
"Aku selalu berusaha bikin klien nyaman dulu, biar motretnya lancar,” katanya.
Setelah proyek selesai pun, hubungan tak langsung berakhir. Giga terbiasa menyapa ulang lewat DM, memberi komentar di konten mereka. Menurutnya, perhatian kecil seperti itu bisa jadi jembatan menuju proyek berikutnya. Ia percaya, hubungan baik lebih tahan lama daripada sekadar kontrak kerja.
Relasi yang kuat membawanya masuk ke lingkaran selebgram yang lebih luas. Nama Giga mulai dikenal, bukan karena viral, tapi karena reputasi baik yang ia bangun pelan-pelan.
“Nggak perlu promosi lebay. Kalau kita konsisten, nama kita bakal nyebar sendiri,” ujarnya.
Satu hal yang selalu ia jaga adalah soal janji. Ia berusaha keras untuk tepat waktu dan jelas soal hasil.
“Kalau bilang selesai Kamis, ya Kamis. Jangan PHP. Kepercayaan itu gampang rusak kalau kita nggak hati-hati,” tegasnya. Bagi Giga, integritas adalah bagian dari pelayanan.
Kini, Mahagiga dikenal sebagai fotografer konten yang profesional dan menyenangkan. Ia bukan sekadar tukang jepret, tapi partner kreatif yang bisa diajak berpikir dan bergerak bareng. Banyak klien merasa nyaman bekerja dengannya karena sikap yang terbuka dan komunikatif.
“Buatku, foto bagus itu bonus. Yang utama adalah bikin klien nyaman dan percaya,” tutupnya.
Dengan pendekatan interpersonal yang kuat dan konsisten, Giga membuktikan bahwa keberhasilan seorang fotografer tak hanya tergantung pada kamera tapi juga pada caranya membangun hubungan.








