Nelayan dan Pedagang PPI Pulau Baai Keluhkan Langkanya Es Balok Pada Anggota Dewan

Senin, 03/02/2020 - 20:59
DPRD Kota Bengkulu Lakukan Hearing Dengan Nelayan dan Pedagang PPI Pilau Baai

DPRD Kota Bengkulu Lakukan Hearing Dengan Nelayan dan Pedagang PPI Pilau Baai

Klikwarta.com, Kota Bengkulu - Keluhkan langkanya es balok untuk pengawetan ikan, terutama saat musim panen bulan Januari hingga Maret, rombongan nelayan dan pedagang PPI Pulau Baai mendatangi Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Senin (3/2/2020).

"Hasil tangkapan ikan para nelayan dan ikan yang dijual oleh para pedagang cepat membusuk, sehingga merugikan nelayan,dan hal ini setiap tahunnya terjadi hingga berdampak hasil tangkapan nelayan", Ujar Ali Simatupang, perwakilan Nelayan Pulau Baai.

Ali juga menjelaskan jikalau pabrik yang ada tidak cukup untuk menopang kebutuhan nelayan.

P

"Pabrik es balok yang ada di Kota Bengkulu tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan nelayan dan pedagang, sehingga berdampak kepada hasil tangkapan. Kemudian perlu diketahu bahwa dari 30 pabrik es balok yang ada, hanya dua pabrik yang masih beroperasi.Itupun dimiliki perorangan", tambahnya.

Kebutuhan nelayan setiap hari terus meningkat. Maka dari itu dierlukan penyediaan Es balok sebanyak 22 ribu perhari.

"Kebutuhan es balok agar nelayan dan pedagang tercukupi harus menyediakan 22 ribu batang per hari. Sementara dari dua pabrik es balok yang ada hanya mampu memproduksi sekitar 10 ribu saja, sehingga menyebabkan nelayan dan pedagang berebut untuk membeli es balok", terangnya.

I

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Nuzul, SE pada rapat dengar pendapat tersebut mengatakan bahwa dalam waktu dekat Komisi I serta Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu akan segara berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk meminta bantuan mesin untuk pabrik es balok.

"Dewan memastikan dalam Perubahan APBD nanti juga akan memperjuangkan pembelian mesin untuk pabrik es melalui Badan Anggaran DPRD", tandas Nuzul.

j

Sementara itu Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu Syafriandi mengaku bahwa pada saat pembahasan anggaran beberapa waktu lalu telah mengusulkan untuk pembelian mesin pembuat es balok.

"Namun karena keterbatasan anggaran dalam APBD, usulan tersebut belum terakomodir. Kami terus berusaha  meminta bantuan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, dan saya juga berharap anggota Dewan dapat bersama-sama memperjuangkan anggaran pembelian mesin pembuat es balok dalam Perubahan APBD mendatang, sehingga persoalan kekurangan es balok tidak akan terjadi lagi di tahun mendatang", tutup Syafriandi. (Adv)

Berita Terkait