Serangan Udara Berlanjut, Koalisi AS–Israel Klaim Kendalikan Ruang Udara Iran

Senin, 02/03/2026 - 23:29
ilustrasi.net

ilustrasi.net

*Operasi militer hari ketiga disebut berhasil melumpuhkan sebagian sistem pertahanan Iran

Klikwarta.com, TEHERAN - Serangan udara yang dilancarkan koalisi Israel dan United States terhadap Iran terus berlanjut memasuki hari ketiga konflik, Senin (2/3). Militer Israel mengklaim telah berhasil menguasai sebagian ruang udara Iran setelah gelombang serangan intensif menargetkan sistem pertahanan dan peluncur rudal negara tersebut.

Menurut pernyataan militer, puluhan jet tempur dikerahkan dalam operasi lanjutan yang menyasar lebih dari 30 lokasi strategis di wilayah barat dan tengah Iran. Target utama meliputi sistem pertahanan udara serta fasilitas rudal balistik yang dinilai menjadi ancaman utama bagi Israel.

Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi berkelanjutan sejak 28 Februari, yang disebut telah menghantam berbagai infrastruktur militer Iran di sejumlah wilayah.

Pihak Israel menyatakan bahwa intensitas serangan ditingkatkan untuk memastikan superioritas udara, sekaligus membatasi kemampuan Iran dalam meluncurkan serangan balasan. Sejumlah pejabat militer bahkan menyebut bahwa sebagian besar sistem pertahanan udara Iran telah mengalami kerusakan signifikan.

Di sisi lain, Iran masih terus melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang diarahkan ke wilayah Israel. Sirene peringatan kembali terdengar di beberapa kota, sementara sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk mencegat proyektil yang masuk.

Otoritas Iran sebelumnya juga menutup wilayah udara nasional setelah serangan awal, sebagai langkah pengamanan terhadap aktivitas militer yang meningkat.

Eskalasi konflik ini turut berdampak pada sektor sipil. Sejumlah penerbangan internasional dilaporkan terganggu akibat penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah, termasuk pembatalan penerbangan di beberapa bandara internasional.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penurunan intensitas konflik. Komunitas internasional terus menyerukan de-eskalasi, sementara para analis menilai penguasaan ruang udara akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah perang ke depan. (**)

Berita Terkait