Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya,
Klikwarta.com, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Medan mengoptimalkan aset-aset sebagai ruang tumbuh komunitas kreatif. Sebagai bagian dari 15 lokasi prioritas pengembangan ekraf di Sumatra Utara, Kota Medan dinilai membutuhkan strategi penguatan ekosistem yang berkelanjutan, mulai dari aktivasi ruang kreatif, pengembangan talenta, hingga pembukaan peluang investasi.
"Lewat kepemimpinan Pemerintah Kota Medan yang visioner, kita bisa menguatkan kapabilitas talenta, mendorong inovasi, serta mengaktivasi ruang kreatif milik pemda dan komunitas, atau bahkan menjadikannya kawasan ekonomi khusus," ujar Teuku Riefky saat menerima kunjungan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat (5/6).
Ia menambahkan, penguatan 17 subsektor ekraf tidak boleh berhenti pada proses penciptaan karya, melainkan harus menyentuh komersialisasi produk termasuk Kekayaan Intelektual (_Intellectual Property_/IP). Selain itu pengembangan sektor tersebut akan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda.
"Tujuan utama pengembangan ekonomi kreatif yaitu menciptakan nilai tambah. Ketika ruang kreatif diaktivasi, pelatihan digital talenta diperkuat, dan akses pasar terbuka, maka yang akan tumbuh bukan hanya industri kreatif, tetapi juga investasi, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi terhadap ekonomi daerah," imbuhnya.
Merespons hal tersebut, Wali Kota Medan, Rico Waas, menjelaskan bahwa pihaknya tengah agresif menghidupkan subsektor kuliner, fesyen, musik, hingga konten digital melalui festival dan pasar kreatif (_creative market_) berbasis budaya lokal. Pemkot Medan kini juga fokus mengoptimalkan aset-aset kota sebagai ruang tumbuh komunitas kreatif.
"Medan memiliki potensi talenta yang sangat besar dari subsektor prioritas ekraf. Tantangannya tentu memastikan generasi muda memiliki ruang berekspresi, akses pasar, dan ekosistem kreatif yang mendukung mereka untuk tidak lagi mencari peluang di luar daerahnya. Kami ingin membangun Medan sebagai kota yang lebih hidup dengan aktivitas kreatif sekaligus memberi manfaat penopang ekonomi bagi masyarakat," kata Rico.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi pada pelatihan keterampilan desain digital dan kecerdasan artifisial (AI) bersama mitra strategis, aktivasi _creative hub_, penguatan investasi, hingga pembentukan kelembagaan dinas ekonomi kreatif di daerah. Koordinasi pun berlanjut mengenai undangan dalam rangkaian acara pada kegiatan Rakernas XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang rencananya akan berlangsung di Medan.
Turut hadir mendampingi Menteri Ekraf dalam pertemuan ini adalah Staf Ahli Bidang Pemasaran dan Infrastruktur Septriana Tangkary, Staf Khusus Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Syaf, Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fahmy Akmal, serta Tenaga Ahli Menteri Hasbil Mustaqim Lubis.
Sementara itu, Wali Kota Medan didampingi oleh Sekda Kota Medan Wiriya Al Rahman, Kepala Dinas Pariwisata Odi Anggia Batubara, Kepala Bagian Umum Muhammad Ridho Siregar, dan Pengurus Gekrafs Saif Adli Heer. (**)








