Puluhan warga Desa Mendenrejo dan Medalem Kecamatan Kradenan saat bertemu dengan Sekcam dan Kasi Trantib Kecamatan Kradenan mempertanyakan anggaran kontribusi dari PT Pertamina terkait moving alat dari sumur Darajingga 01 di Desa Mendenrejo
Klikwarta.com, Blora - Puluhan warga Desa Mendenrejo dan Medalem Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora mendatangi kantor kecamatan dan Mapolsek Kradenan, Selasa (24/7/2026). Di kecamatan, warga diterima oleh Sekcam dan Kasie Trantib. Karena tidak mendapat keterangan yang memuaskan, warga pun bergeser ke Mapolsek Kradenan dan diterima oleh Kapolsek Kradenan, AKP Umbaran Wibowo.
Kedatangan warga dua desa tersebut, ingin mencari kejelasan dana kontribusi dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) terkait moving alat dari sumur Darajingga 01 di Desa Mendenrejo. Berdasarkan informasi, uang tersebut diduga sudah diserahkan ke Muspika ( Forkopimcam) oleh pihak PT PDSI
Salah satu warga Desa Mendenrejo mengungkapkan masyarakat berharap ada uang kontribusi seperti sebelumnya. Dan warga dilibatkan untuk kegiatan moving keluarnya alat berat milik PDSI. Karena sebelumnya, pada bulan September 2025 lalu, saat alat berat masuk ke lokasi sumur Darajingga 01, warga dilibatkan dan proses moving berjalan lancar dan sukses.
"Kenapa saat moving keluar, pihak PDSI malah tidak melibatkan warga tapi melibatkan Muspika ( Forkopimcam-red). Ini ada apa?, ujar warga, Selasa (14/7/2026).
Lebih lanjut warga menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan humas PDSI Aris Sri Kuncoro , saat ditanya warga menjelaskan, pihaknya sudah menyerahkan sejumlah uang kepada Muspika.
"Katanya uang cash diberikan kepada Muspika. Tapi saat ditanya jumlahnya, Pak Aris tidak mau menyebutkan nominal. Katanya, nominal tersebut tidak jauh dari nominal saat moving masuk yaitu senilai 150 juta. Warga berharap ada sosialisasi terkait moving keluarnya alat berat," ungkapnya.
Kapolsek Kradenan Umbaran Wibowo saat dikonfirmasi terkait uang kontribusi dari PT PDSI yang diberikan ke Muspika, Kapolsek tidak mau memberikan komentar. Namun dia hanya menjelaskan terkait dengan pengawalan.
"Ya kalau pengawalan moving, memang tanggung jawab kami selaku aparat kepolisian, dengan Sprint Terpusat dari Polres dan BKO personil Polres, BKO koramil Kradenan dan satpol PP Kradenan," ujar Umbaran saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (15/7/2026).
Terpisah Camat Kradenan Fitri saat dikonfirmasi terkait anggaran kontribusi moving yang sudah diserahkan ke Muspika, pihaknya mengaku tidak menerima uang tersebut.
"Saya tidak menerima, " ujarnya singkat.
Sementara itu humas PT PDSI Aris Sri Kuncoro saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, sampai saat ini belum memberikan klarifikasinya.
Pewarta: Fajar








