Kemendikdasmen Luncurkan Dapodik LPK 2026, Permudah Pengelolaan dan Pemutakhiran Data

Jumat, 18/09/2026 - 21:47
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti

Klikwarta.com, Jakarta - Ketepatan program pendidikan berawal dari data yang akurat. Hal tersebut menjadi salah satu dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam meluncurkan Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Lembaga Kursus Tahun 2026 di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta, Kamis (17/9).

Peluncuran dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pendidikan nonformal yang didukung data semakin akurat, valid, mutakhir, dan terintegrasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pelepasan alumni Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) untuk bekerja ke luar negeri.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan bahwa keberadaan data yang terintegrasi dan akurat menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang baik. Melalui pemutakhiran Dapodik, Kemendikdasmen ingin memastikan lembaga kursus, peserta didik, serta berbagai program intervensi pemerintah dapat tercatat dengan baik.

“Perluncuran Dapodik menjadi bagian penting dari arah kebijakan kami di masa depan, agar data-data pendidikan itu semakin akurat, semakin valid, semakin _up to date_, dan terus kita _upgrade_ sehingga menjadi dasar dalam kami mengambil kebijakan di berbagai bidang, khususnya yang berkaitan dengan kursus dan pelatihan,” ujar Mendikdasmen.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa pemutakhiran data tidak hanya berkaitan dengan kerapian administrasi, tetapi juga berhubungan langsung dengan pengambilan keputusan dan pemberian kesempatan kepada peserta didik. Menurutnya, pemutakhiran Dapodik diperlukan untuk memastikan data pendidikan nonformal menjadi dasar pengambilan keputusan dan penyaluran program secara tepat sasaran.

“Data bukan hanya angka. Data menentukan keputusan dan juga intervensi. Pada akhirnya data menentukan siapa yang mendapat kesempatan. Data yang akurat bukan hanya membuat administrasi lahir, tapi juga membuat program lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Tatang menambahkan bahwa pemutakhiran Dapodik juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru dalam tata kelola pendidikan nonformal. Karena itu, proses pendataan tidak hanya membutuhkan sistem yang baik, tetapi juga keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Peluncuran Dapodik lembaga Kursus hari ini bukan hanya peluncuran sistem, ini adalah upaya membangun budaya baru dalam tata kelola pendidikan non formal. Kita ingin data diisi dengan benar, diperbaharui secara berkala, divalidasi bersama, dan data digunakan untuk mengambil keputusan. Disinilah pemerintah pusat tidak bisa bekerja sendirian,” ujarnya.

Menurut Tatang, pemutakhiran data juga mendorong proses validasi yang lebih transparan serta memastikan kondisi riil peserta didik dan lulusan dapat tercermin dalam data. Karena itu, pembaruan dan validasi data perlu dilakukan secara berkala oleh LKP, Dinas Pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pemutakhiran Dapodik dilakukan untuk menghadirkan data pendidikan yang lebih akurat, mutakhir, dan mudah dikelola. Sejumlah bagian disempurnakan, mulai dari penyederhanaan variabel dan penguatan validasi identitas peserta didik hingga perbaikan mekanisme penarikan dan sinkronisasi data.

Adam, operator LKP Citra International Tourism Institute, Kota Bogor, mengatakan bahwa sebelum versi 2026, Dapodik cukup membantu dalam pengelolaan data, tetapi bagi pengguna baru membutuhkan waktu untuk memahami alur dan fitur-fiturnya. Operator juga perlu teliti memastikan data telah diperbarui dan tidak memiliki masalah sebelum melakukan sinkronisasi. Menurutnya, penyempurnaan tersebut membuat pekerjaan pengelolaan data menjadi lebih mudah dan terarah. Pengguna dapat lebih cepat mengetahui data yang masih perlu diperbarui sebelum melakukan sinkronisasi sehingga membantu mengurangi kesalahan dan membuat proses pengelolaan data menjadi lebih efisien.

“Perbedaan yang paling terasa menurut saya adalah dari sisi tampilan dan kemudahan penggunaannya. Tampilan Dapodik LKP 2026 terasa lebih sederhana dan lebih mudah dipahami, terutama bagi pengguna baru. Selain itu, adanya indikator data yang belum di-_update_ sebelum sinkronisasi juga sangat membantu. Kita bisa langsung mengetahui kalau masih ada data yang perlu diperbaiki dan bisa langsung menuju ke bagian tersebut,” ujar Adam.

Pengalaman serupa disampaikan Ayu, pengguna LKP Amaya, Depok. Menurutnya, salah satu kendala sebelumnya adalah pengguna masih perlu membedakan akses laman Dapodik dengan laman manajemen dalam mengatur data tenaga pendidik dan peserta didik. “Sekarang sangat mudah mengisi karena mudah mengakses semua fitur. Lebih memudahkan mengisi semua data yang perlu dilengkapi di satu akses website Dapodik,” ujar Ayu.

Kemudahan tersebut menjadi bagian dari penyempurnaan Dapodik LPK 2026 untuk mendukung proses pendataan yang lebih sederhana dan terstruktur. Dengan akses dan alur yang lebih mudah dipahami, operator LKP dapat lebih cepat mengetahui data yang perlu dilengkapi, diperbarui, dan divalidasi sebelum melakukan sinkronisasi.

Dengan alur pendataan yang lebih sederhana dan terstruktur, pemutakhiran ini diharapkan mampu mengurangi kesalahan, data ganda, dan anomali. Dengan demikian, Dapodik dapat menjadi dasar data yang semakin andal untuk perencanaan program, penyaluran bantuan, pemantauan, dan pengambilan kebijakan di bidang pendidikan kursus dan pelatihan. (**) 

Berita Terkait