Enam Murid SLB Harumkan Indonesia, Raih Enam Medali di Kompetisi Kuliner Internasional

Senin, 26/10/2026 - 17:13
Harumkan Indonesia di kompetisi kuliner internasional

Harumkan Indonesia di kompetisi kuliner internasional

Klikwarta.com, Tangerang, Banten, 26 Oktober 2026 - Enam murid sekolah luar biasa (SLB) asal Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih empat medali perak dan dua medali perunggu dalam kompetisi kuliner internasional Battle of the Chefs (BOTC) 2026 yang berlangsung di Penang, Malaysia, pada 21–24 Oktober 2026.

Melalui kreativitas, keterampilan, dan ketekunan, para murid menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berprestasi apabila mendapatkan kesempatan dan dukungan yang sesuai. Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan bermutu bagi semua.

Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter (Puspreka), Rusprita Putri Utami, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para murid. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi internasional tidak hanya memberikan kesempatan untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kompetensi, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemandirian.

“Keikutsertaan dalam ajang BOTC 2026 ini tidak semata-mata berorientasi pada raihan penghargaan. Prestasi ini menjadi wujud komitmen untuk menghadirkan ruang yang inklusif bagi murid berkebutuhan khusus agar dapat menunjukkan kompetensi, mengembangkan kemandirian, dan memperoleh pengakuan atas potensi yang dimiliki,” tutur Kepala Puspreka, Rusprita Putri Utami, Minggu (25/10).

Sementara itu, raihan empat medali perak dan dua perunggu berhasil diraih oleh enam murid yang berlaga dalam BOTC 2026, yaitu Keylla Almayra dari SLB Negeri 1 Bantul, Jawa Tengah, Dinda Aprillia asal SLB Negeri Pembina Palembang, Sumatra Selatan, Roainun dari SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Jawa Barat, Charisya Apta Maydian Aglind asal SLB Negeri Semarang, Jawa Tengah, Hepi Vania Zendrato dari SLB Negeri 1 Padang, Sumatra Barat, dan Andi Ismira Aulia asal SLB Negeri Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

.

Dengan rasa bangga, Andi Ismira Aulia mengungkapkan keikursertaannya pada ajang ini merupakan kali pertamanya mewakili Indonesia di kompetisi internasional. Dalam lomba tersebut Mira bergabung satu tim bersama Hepi Zania Zendrato dengan menampilkan kue bertema floral bertingkat dua dengan hiasan berbentuk keranjang dan ornamen bunga yang mempercantik tampilannya.

“Keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga, terlebih karena kompetisi tersebut merupakan pengalaman pertamanya di ajang internasional. Pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani menghadapi tantangan baru,” ungkap Mira yang dibantu oleh guru pendamping SLB Negeri Tanjung Selor, Siti Aisa. 

Mira pun menyampaikan pesan kepada teman-teman di seluruh Indonesia agar tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi. “Tetap semangat, jangan patah semangat, dan terus belajar untuk menampilkan yang terbaik,” pesannya. 

Senada dengan Mira, Dinda Aprillia juga mengungkapkan rasa bahagia atas medali perunggu yang telah diraihnya. Guru pendamping sekaligus pengajar di SLB Negeri Pembina Palembang, Labora Francisca dari Dinda Aprillia, mengatakan bahwa Dinda menunjukkan komitmen yang sangat kuat sebelum dan selama persiapan lomba. Meskipun di tengah kabut asap yang saat itu melanda Kota Palembang, Labora menyebut Dinda tetap hadir di sekolah untuk berlatih menyiapkan diri untuk ajang BOTC 2026.

“Pencapaian Dinda tidak terlepas dari proses latihan yang konsisten. Dinda merasa senang dapat mengikuti kompetisi ini. Selama perlombaan, Dinda membuat kue bertema Tahun Baru Imlek, dengan dekorasi berupa naga dan berbagai ornamen khas perayaan tersebut,” papar Labora. 

Bagi Labora, keberhasilan Dinda menjadi dorongan untuk terus mendukung pengembangan keterampilan murid berkebutuhan khusus. Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi internasional dapat membuka peluang yang lebih luas bagi Dinda, termasuk kesempatan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

Melalui prestasi ini, partisipasi delegasi Indonesia akan ditindaklanjuti antara lain melalui publikasi dan penginputan data prestasi peserta ke dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta Murid (SIMT). Pengalaman dan capaian para murid diharapkan menjadi bagian dari rekam jejak talenta yang dapat mendukung pengembangan pendidikan, keterampilan, dan peluang karier mereka di bidang kuliner. 

(Kontrihutor : Arif)

Berita Terkait