Tim KKN UGM Bantu Turunkan Kasus Penggunaan Kosmetik Tidak Aman di Banten

Senin, 17/08/2020 - 19:15
(Foto oleh freestocks.org dari Pexels)

(Foto oleh freestocks.org dari Pexels)

Klikwarta.com, Yogyakarta - Setiap tahun UGM mengirimkan mahasiswanya untuk berkegiatan KKN di seluruh pelosok Indonesia. Namun, tahun ini KKN sulit untuk dilakukan sebagaimana mestinya dikarenakan COVID-19. Seperti yang kita ketahui bahwa kondisi ini sangat memengaruhi berbagai aspek. Banyak pertimbangan yang diambil hingga pada akhirnya KKN tetap dilaksanakan tetapi dalam satu kondisi yaitu online.

Di Banten sendiri KKN yang awalnya dilaksanakan secara offline kemudian diubah menjadi online, mahasiwa UGM diharuskan lebih berinovasi dalam menyampaikan program-program agar manfaatnya tetap dirasakan oleh warga. Hal tersebut dialami oleh Galih Titisari Kharismawati dalam program Sosialisasi Kosmetik Aman. Sebagai mahasiswa kluster kesehatan Galih merasa program ini sangat diperlukan mengingat masih banyak penggunaan kosmetik yang tidak tepat, kosmetik tanpa nomor izin edar BPOM, dan penggunaan bahan-bahan tidak aman yang diaplikasikan ke wajah. 

Dalam diskusi program-program tim KKN Tanjungjaya dengan perwakilan warga, warga menyampaikan bahwa program Sosialisasi Kosmetik Aman ini sangat menarik dan jarang ada mahasiswa yang mengangkat topik ini untuk disosialisasikan. Penggunaan kosmetik di Tanjungjaya sendiri sudah tergolong tinggi maka diperlukan edukasi kepada warganya agar lebih bijak dalam menggunakan kosmetik. 

p

(Channel youtube milik tim KKN-PPM UGM Tanjungjaya Banten sebagai sarana edukasi warga Desa Tanjungjaya)

“Awalnya memang agak sulit menentukan bentuk penyampaian materi supaya mudah diterima oleh warga dan bisa diakses kapan saja. Hingga akhirnya saya memilih bentuk materi berupa satu poster dan satu video penjelasan singkat yang dibagikan melalui Whatsapp Group antara kami dengan warga”, ungkap Galih.

(Channel youtube milik tim KKN-PPM UGM Tanjungjaya Banten sebagai sarana edukasi warga Desa Tanjungjaya)

Video penjelasan singkat tersebut diunggah di kanal Youtube untuk memudahkan warga mengakses kapan saja. Penjelasan dalam video pun tidak menggunakan bahasa medis yang sulit untuk dipahami, sehingga tujuan Galih agar program Konseling Obat Antibiotik mudah dipahami dan diakses kapan saja tercapai.

Selain itu pada 26 Juli 2020 kemarin dilaksanakan diskusi dengan warga melalui WhatsApp Group supaya memudahkan warga bertanya terkait materi yang belum dipahami. Pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh warga adalah mengetahui aman tidaknya suatu produk kosmetik yang mana dapat di cek di laman resmi https://cekbpom.pom.go.id/. Setelah pembagian materi dan sesi tanya jawab dirasa program Sosialisasi Kosmetik Aman sudah seluruhnya sampai kepada warga.

“Saya sangat bersyukur karena respon warga sangat baik walaupun dalam kondisi yang sangat terbatas , warga tetap antusias mengikuti program Sosialisasi Kosmetik Aman ini”, imbuh mahasiswa asal Yogyakarta ini. (rls)

Berita Terkait