Pemkab Karanganyar Pilih Genjot Vaksinasi Daripada Penghentian Sementara PTM

Senin, 07/02/2022 - 23:03
Bupati Karanganyar Juliyatmono

Bupati Karanganyar Juliyatmono

Klikwarta.com, Karanganyar - Menyusul angka kasus Covid-19 yang kembali melonjak di sejumlah daerah sejak beberapa hari terakhir, membuat pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan terkait penghentian sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 

Misalnya di Kota Solo, penghentian PTM untuk seluruh sekolah, sudah mulai diberlakukan, Senin 7 Februari 2022. Sementara di Kabupaten Sukoharjo, kebijakan tersebut, efektif diberlakukan mulai Selasa 8 Februari 2022.

Berbeda dengan dua daerah tetangganya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, justru saat ini belum memberlakukan kebijakan penghentian sementara PTM.

Bupati Karanganyar, Juliatmono, mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih memilih menggenjot pelaksanaan vaksinasi untuk para siswa di Sekolah, daripada memberlakukan penghentian sementara PTM.

’PTM jalan terus. Kita tidak akan menghentikan PTM. Yang kita kejar adalah memperluas vaksinasi, terutama untuk anak-anak siswa SD. Sehingga, imunitas atau herd imunity anak-anak semakin bagus dan terbentuk. Dengan pengawasan yang ketat di Sekolah, dibantu para orang tua siswa, semua aman, PTM jalan terus,", ungkap Juliyatmono kepada wartawan, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (7/2/2022).

Meski begitu, Bupati Karanganyar menegaskan kepada semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) agar terhindar dari paparan Covid-19. Terutama mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah.

Langkah Bupati Karanganyar tersebut, mendapat dukungan dari Kapolres Karanganyar, AKBP Dadang Kuswoyo.

Persoalan PTM di sekolah, menurut Kapolres, dirasa masih bisa dilakukan selama tetap ada pengawasan yang ketat dari pihak sekolah maupun orang tua terhadap para siswa. Sejauh ini, operasi yustisi kedisiplinan terkait prokes kepada masyarakat oleh pihak Polres Karanganyar juga masih dilakukan. Hal itu, sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid-19.

"Mereka yang lalai diberi masker agar dipakai. Masker adalah pelindung pertama agar masyarakat terhindar Covid-19. Karena itu Polres Karanganyar juga mendukung langkah Pemkab Karanganyar melalui penegakan disiplin masyarakat terhadap prokes" ujar AKBP Dadang Kuswoyo.

Tetap berlangsung atau pun dihentikannya PTM, menurut Kapolres Karanganyar, bukanlah untuk menjadi pilihan yang mutlak selama situasi dan kondisi masih bisa dikendalikan.

"Kalau situasi dan kondisinya tidak mendukung ya dilakukan sekolah secara daring tidak masalah. Tetapi kalau semua pihak mau taat terhadap prokes dan bisa dikendalikan ya tidak masalah apabila tetap PTM. Yang penting semua pihak tetap harus mendukung program vaksinasi yang kini masih dilakukan pemerintah," tandasnya.

Keputusan Bupati Karanganyar terkait hal itu, juga mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo.

Menurut Yopi, PTM di seluruh Sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar juga masih dapat dijalankan dengan baik karena telah dilakukan pengawasan yang ketat mengenai prokes.

Perhatian dan edukasi para orang tua kepada anak tentang pentingnya prokes juga selalu menjadi imbauan yang selalu disampaikan. Begitu pula halnya para guru kepada siswa di Sekolah, agar senantiasa melakukan pengawasan.

"Sehingga anak jangan sampai dibiarkan bermain seenaknya dan jika memang ada gejala terkena Covid-19, lebih baik diisolasi dan tidak usah pergi sekolah dulu agar tidak menular ke temannya. Dengan begitu, PTM sejauh ini tetap aman-aman saja. Di sekolah siswa diawasi oleh guru dan di luar sekolah perhatian juga peran orang tua diperlukan untuk menjaga kesehatan anaknya", pungkasnya.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait