Dinas Sosial DIY Gelar Sarasehan di Muspusdirla
Klikwarta.com, Yogyakarta - Bangsa Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke, yang terdiri dari beribu pulau, menciptakan perbedaan suka dan bahasa. Di masa lalu, keberagaman tersebut dimanfaatkan bangsa asing untuk menjajah. Masyarakat yang terpecah belah mudah untuk diadu domba. Namun berkat adanya persatuan, bangsa Indonesia dapat lepas dari belenggu penjajahan. Rabu (16/03/22)
“Di masa sekarang, bangsa Indonesia harus bangga akan keanekaragaman suku bangsa, beragam budaya dan bahasa sehingga sudah sepantasnya menjaganya dengan semangat persatuan,” tegas Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Kamuspusdirla) Kolonel Sus Yuto Nugroho dalam Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan yang digelar Mini Teater Muspusdirla.
Kamuspusdirla menjelaskan persatuan merupakan ciri bangsa Indonesia, yang didapat dari proses yang dinamis, yang tumbuh dari unsur-unsur sosial budaya masyarakat Indonesia sendiri, yang ditempa dalam waktu yang lama sekali. Dan para pendahulu bangsa sudah memberikan contoh dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, modal utama adalah persatuan.
Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan yang digelar Dinas Sosial DIY ini mengangkat tema Wisata Sejarah Menelusuri Rekam Jejak Perjuangan Para Pahlawan Kemerdekaan. Sarasehan diikuti 100 peserta, yang berasal dari Penyuluh Sosial Masyarakat DIY, SDM Program Keluarga Harapan, Tagana Kota Yogyakarta, Tagana Kabupaten Gunung Kidul, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan dan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat.
Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih, S.H., M.Si., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Drs Junaedi mengatakan Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan dimaksudkan untuk mengenang bagaimana sesungguhnya perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dan menjaga kedaulatan dari Sabang sampai Merauke.
“Nilai-nilai luhur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan yang telah mereka wariskan, penting untuk diteladani di kalangan generasi muda sebagai penerus bangsa,” harap Kepala Dinas Sosial DIY.
Ditambahkannya, wujud meneladani nilai-niai kepahlawanan yang bisa dilakukan generasi sekarang adalah mengedepankan sikap saling tolong menolong, tidak menyebarkan berita hoax, menghindari perbuatan anarkis dan menjauhi sikap intoleransi.
“Marilah kita menjadi pahlawan masa ini dengan terus-menerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan, menjaga persatuan untuk bersama-sama membangun menuju Indonesia maju,” ajaknya.
Pewarta : Arif








