Overthinking Menghantui Para Remaja

Rabu, 19/07/2023 - 12:51
Foto : Istockphoto

Foto : Istockphoto

Penulis: Muhammad Alfiandi Afnan

Klikwarta.com - Bagaimana ya dengan masa depan ku nanti? Bagaimana ya jika aku gagal? Apa kata orang tentang diriku? Apakah aku bisa melewatinya?. Kehidupan remaja sering sekali diwarnai dengan berbagai tekanan dan tantangan yang dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi. Saat ini, banyak remaja yang sering menyebut dirinya sedang mengalami overthinking.

Dikutip dari ugm.ac.id, overthinking adalah menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan suatu hal dengan cara yang merugikan. Serta, overthinking dapat berupa ruminasi dan khawatir.

Overthinking Pada Remaja

Remaja mengalami berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Tekanan dari lingkungan sekolah, pertemanan, dan harapan orang tua dapat menciptakan ketidak pastian dan kekhawatiran yang berlebihan. Remaja yang sedang mengalami perubahan hormon juga dapat mempengaruhi pola pikir dan memperkuat perilaku overthinking.

Banyak remaja di Indonesia yang mengalami overthinking. Pada tahun 2022 misalnya, menurut data yang ada pada tahun 2022, sekitar 15,5 juta remaja di Indonesia mengalami gangguan mental, salah satunya karena overthinking. 

Dampak Buruk Overthinking Pada Remaja 

Berpikir sebelum melakukan sesuatu memanglah hal yang wajar. Namun, jika berlebihan ketika memikirkan sesuatu hingga menghabiskan banyak waktu tentu akan menimbulkan dampak buruk. seperti :

1. Membuat Emosi Tidak Terkontrol
Alih-alih mendapatkan solusi terbaik, kebiasaan overthinking justru bisa membuat kesulitan untuk mengontrol emosi. Pikiran yang dipenuhi dengan kekhawatiran, keraguan, dan pikiran negatif dapat membebani pikiran dan tubuh secara keseluruhan. 

2. Kesehatan Mental
Overthinking dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan stres berkepanjangan. Hal ini dapat mengganggu konsentrasi dan menghambat perkembangan pribadi remaja.

3. Rendahnya Konsentrasi dan Produktivitas
Overthinking dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk fokus dan berkonsentrasi. Terlalu banyak memikirkan detail-detail kecil, mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi, atau bermain-main dengan pikiran negatif dapat membuat seseorang menjadi tidak efisien dalam menyelesaikan tugas atau mengambil keputusan yang tepat.    

Cara Mengatasi Overthinking

1. Cari Tahu Pemicunya
Overthinking biasanya muncul ketika ketika seseorang sedang menghadapi masalah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui masalah seperti apa dan fokus untuk mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

2. Berpikir Positif
Berpikir positif atau realistis adalah kunci untuk mengurangi overthinking. Mengidentifikasi pola pikir yang merugikan dan menggantinya dengan pemikiran yang lebih sehat akan membantu remaja merasa lebih baik.

3. Melakukan Kegiatan Positif
Sibukkan diri anda dengan kegiatan yang bermanfaat untuk mengalihkan perhatian dari overthinking. Melakukan hal-hal yang membuat bahagia dapat membantu mengurangi overthinking dan meningkatkan suasana hati.

Overthinking pada remaja adalah hal yang umum, tetapi dapat memiliki efek negative yang signifikan. Dengan kesadaran dan upaya yang tepat, para remaja dapat mengatasi overthinking. Mendukung dalam mengembangkan keterampilan, pemikiran positif, dan kegiatan yang bermanfaat akan memainkan peran penting dalam membantu mereka mengatasi kecenderungan overthinking dan tumbuh menjadi individu yang kuat dan sehat secara mental.

Tags

Berita Terkait