Suasana siang hari di Pasar Pagi Asemka (Dok Pribadi : Tera Oktaviani)
Oleh : Tera Oktaviani
Klikwarta.com - Pasar biasanya terletak di pedalaman gang sempit dengan sekitar perumahan warga. Pasar juga biasanya menjual berbagai jenis sayur mayur dan lauk pauk untuk di masak ibu-ibu rumah tangga. Tetapi berbeda dengan pasar asemka yang berada di pinggir kota, pasar ini menjual berbagai jenis barang grosir. Berada di tengah megahnya gedung-gedung museum peninggalan zaman belanda, terlihat transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli.
Pasar Asemka atau lebih dikenal Pasar Pagi Asemka merupakan salah satu pasar grosir yang terkenal di Jakarta dan seluruh Indonesia, khususnya bagi para pedagang mulai dari pedagang kaki lima (PKL) hingga franchise dengan cabang di mana-mana. Pasar ini menjual berbagai macam barang seperti alat tulis dan sekolah anak, mainan, kebutuhan rumah tangga, aksesoris fashion, souvenir pernikahan dan ulang tahun, serta barang elektronik dan lain sebagainya.
Pasar ini dahulunya bagian kawasan pecinaan di Batavia. Hal tersebut terlihat dari banyaknya bangunan dengan artsitektur pecinaan di beberapa tempat. Bahkan, ada bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1989. Awalnya Tionghoa datang dan menempati wilayah Kali Besar. Seiring waktu berjalan masyarakat Tionghoa terus bertambah dan menyebar ke berbagai tempat.
Pasar ini menjual berbagai pernak-pernik sesuai momen, misalnya pada saat menjelang imlek pasar ini berubah menjadi pedagang aksesoris atau makanan khas china. Begitu pula saat Lebaran dan Tahun Baru tiba pedagang menyulap dagangannya menjadi kebutuhan pada setiap momennya. Seakan tak kehabisan akal para pedagang terus meraup rupiah dengan caranya tersendiri.
Terlihat beberapa pedagang yang berjualan tepat di bawah fly over. Seakan fly over menjadi tenda untuk dagangannya. Hirup pikuk seakan tak ada habisnya di pasar ini, beberapa kendaraan masuk untuk melewati pasar. Bahkan, kendaraan tersebut biasanya menyebabkan para pembeli terhenti di tengah jalan. Suara bising dari kegiatan tawar menawar dan polusi di saat terik matahari seakan tidak menjadi penghalang di pasar ini.
Selain itu, harga barang yang ditawarkan merupakan harga grosir. Dengan harga murah pembeli bisa mendapat berbagai barang di pasar ini. Berdasarkan buku Pasarnye Jakarte, Gagas Ulung, Gramedia Pustaka Umum, 2013, pasar asemka menjadi pusat pengecer dan pedagang kecil yang membeli barang dalam jumlah besar untuk kembali dijual di toko mereka. Wajar saja jika pembeli rela mengantri jalan untuk sekadar melihat atau belanja banyak barang di pasar asemka.
Pasar ini berada di daerah strategis, berdekatan langsung dengan banyak museum serta stasiun dan halte. Untuk para wisatawan lokal ataupun mancanegara, tak jarang mereka langsung membeli oleh-oleh dari pasar ini. Pasar ini buka setiap hari dari pukul 08:00 sampai 17:00 WIB. Jadi, untuk pengunjung yang penasaran, bisa datang kapan saja.








