Pastikan Keamanan MBG, Dinkes Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Dapur SPPG Kemala Bhayangkari Karanganyar 

Jumat, 03/10/2025 - 19:36
Petugas Dinkes Karanganyar saat melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di dapur SPPG Kemala Bhayangkari Karanganyar pada Jumat (3/10/2025)

Petugas Dinkes Karanganyar saat melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di dapur SPPG Kemala Bhayangkari Karanganyar pada Jumat (3/10/2025)

Klikwarta.com, Karanganyar - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar menunjukkan komitmennya dalam menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat, terutama dalam pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) mendalam di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Karanganyar pada Jumat (3/10/2025).

Dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Karanganyar, Nuk Suwarni, inspeksi ini fokus pada aspek kebersihan dan higienitas seluruh rantai pengolahan makanan.

Inspeksi komprehensif yang dilakukan oleh tim Dinkes mencakup pemeriksaan pada
kondisi kebersihan tempat pengolahan dan tempat penyimpanan makanan, kualitas sumber air bersih dan tempat mencuci, efektivitas saluran sanitasi, dan pengelolaan limbah.

Selain pemeriksaan visual, petugas juga mengambil sejumlah sampel kritis, seperti sampel makanan, sampel air, sampel peralatan masak, termasuk nampan yang digunakan sebagai wadah makanan.

Semua sampel ini dikirim ke laboratorium kesehatan untuk diuji guna memastikan standar sterilisasi alat masak dan wadah, serta kandungan bahan makanan yang akan disajikan. Hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar dalam waktu kurang lebih tujuh hari ke depan.

Berdasarkan IKL di lapangan, Dinkes Karanganyar menyatakan bahwa secara umum, SPPG Kemala Bhayangkari memenuhi syarat untuk memberikan pelayanan MBG. Meskipun demikian, ada sedikit catatan yang perlu dilengkapi, yaitu penambahan tulisan atau imbauan untuk menjaga kebersihan sebelum makan, salah satunya di area cuci tangan.

"Perizinan MBG juga sudah keluar. Seluruh tenaga pengolah, petugas packing, dan sebagainya, juga telah mendapatkan penyuluhan tentang keamanan pangan. Mereka juga menjalani rectal swab. Hal ini guna memastikan kondisi kesehatan penjamah makanan benar-benar terbebas dari bakteri maupun virus penyakit," jelas Nuk Suwarni.

Ia menambahkan, setelah seluruh hasil pemeriksaan sampel di laboratorium dinyatakan memenuhi syarat, Dinkes akan segera mengajukan rekomendasi kepada Pemkab Karanganyar melalui DPMPTSP setempat agar SPPG Kemala Bhayangkari memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Di saat yang sama, SPPG Kemala Bhayangkari Karanganyar tengah melaksakan masa uji coba pelayanan MBG selama tiga hari, yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Oktober 2025.

PIC Yayasan Kemala Bhayangkari Karanganyar, Yohanes Trisnanto, merincikan jumlah penerima manfaat selama masa uji coba. Masing-masing, 500 penerima manfaat pada hari pertama, 750 penerima manfaat pada hari kedua, dan pada hari ketiga sebanyak 1000 penerima manfaat.

"Rencana ke depan, SPPG Kemala Bhayangkari Karanganyar akan bertanggung jawab melayani 4.000 penerima manfaat dari 16 sekolah di wilayah geospasial sekitar dapur mereka, mencakup siswa dari tingkat PAUD hingga SMA. Pelayanan MBG ini akan didukung oleh 50 tenaga pengawas, di mana setiap titik serah makanan di sekolah akan disertai satu sampel makanan untuk pengelola sekolah sebagai bagian dari kontrol kualitas," papar Yohanes.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait