Pembacok Ketua Pengurus Masjid saat Salat Jadi Tersangka Pembunuhan

Kamis, 17/09/2020 - 12:24
Press Release Polres OKI
Press Release Polres OKI

Klikwarta.com, Sumatera Selatan - Muhammad Arif (59), ketua pengurus masjid Nurul Iman, Desa Tanjung Rdancing, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang menjadi korban pembacokan oleh Mahyudin (45), akhirnya meninggal dunia.

"Dalam kasus ini, kondisi tersangka Mahyudin sehat atau tidak ada gangguan kejiwaan. Ini murni tindak kejahatan kriminal, tidak ada kaitannya dengan paham radikalisme atau lainnya", jelas Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy saat gelar press release didampingi ketua MUI Kabupaten OKI, Supardjon Ali How Al-Tsabit bersama ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten OKI, H Muazni, Selasa (15/09/2020).

Kapolres menegaskan bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi dendam karena tersangka tersinggung.

"Setelah salat Jumat, korban menyuruh tersangka menyerahkan kunci kotak amal masjid kepada bendahara. Namun, tersangka tidak terima dan pada saat salat Magrib, tersangka menganiaya korban degan membacok korban dari belakang sesaat korban sedang salat", terang Kapolres.

Sebelum kejadian, lanjut Kapolres menjelaskan saat salat Magrib, tersangka sempat berdiri di shaf kedua dan korban berada di depan di shaf pertama, tepat disebelah imam salat.

"Saat jamaah lain takbiratul ihram, tersangka langsung mengambil sajadahnya kemudian keluar masjid. Selanjutnya tersangka kembali lagi ke masjid dan membawa sebilah pedang (samurai, red) dan langsung menyerang korban yang sedang salat Magrib di rakaat pertama", terang Kapolres lagi.

"Setelah dibacok, korban langsung dibawa oleh jamaah lainnya ke RSUD Kayuagung, namun karena lukanya cukup parah, korban dirujuk ke RSMH Palembang, hingga korban meninggal dunia sekira pukul 04.30 WIB pada hari Senin (14/09/2020)", ungkap Kapolres.

Sambung Kapolres, saat dilakukan tes kejiwaan, keadaan tersangka sehat walafiat.

"Keduanya adalah sama-sama pengurus masjid Nurul Iman yang juga tinggal sekomplek. Bahkan keduanya sering bersama dan sering jalan bareng dan juga tersangka adalah sopir mobil pribadi korban", beber Kapolres.

Tambah Kapolres, tersangka dijerat pasal berlapis pasal 355 ayat 2 dengan ancaman 15 tahun penjara dan pasal 340 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

s

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten OKI, Supardjon Ali Hoq Al-tsabit mengatakan, atas kasus ini, pihaknya melihat tidak ada kaitannya sama sekali dengan paham radikalisme. Menurutnya, kasus ini murni tindak pidana kejahatan kriminal.

"Kasus ini tidak ada kaitannya dengan hal-hal negatif atau lainnya. Mengingat kejadian didalam masjid, perlu ditegaskan juga saat kejadian korban bukan menjadi imam salat melainkan pada saat itu menjadi makmum. Korban memang ketua masjid Nurul Iman", katanya.

Senada dikatakan Ketua DMI kabupaten OKI, Muazni bahwa dirinya sangat prihatin dan sangat menyesalkan atas kejadian tersebut.

"Pada saat kejadian tepat saat salat Magrib. Lagi pula kenapa tersangka harus tersingung. Toh bukan tupoksinya sebagai marbot memegang kunci kotak amal. Keduanya sangat dekat bahkan seperti keluarga sendiri, keduanya sama-sama pengurus masjid. Kemana-mana selalu bersama dan tersangka adalah sopir pribadi korban, rumah keduanya berdekatan bahkan anak korban sudah menganggap tersangka seperti orang tuanya sendiri. Semoga kejadian seperti ini tidak sampai terulang kembali", tandasnya.

(Pewarta : Aliwardana)

Berita Sebelumnya : Saat Salat Magrib, Pengurus Masjid Dibacok Pakai Samurai

Related News

Loading...
loading...