Ilustrasi Pedagang Ikan di Pasar Bawah Bukittinggi (sumber : freepik)
Oleh : Indah Khaira Azahra
Klikwarta.com - Bukittinggi, Sumatra Barat memiliki pasar tertua dan sangat bersejarah sejak zaman Belanda yaitu Pasar Bawah Bukittinggi, berada di bawah bukit kandang kerbau, bersebelahan dengan kampung tengah sawah yang dikenal sebagai kampungnya Syekh Djamil Djambek.
Pasar Bawah menjadi salah satu simbol pasar tradisional di Bukittinggi, memiliki luas + 2,2Ha. Pasar Bawah merupakan simbol kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan dan aktivitas ekonomi.
Pasar Bawah sampai saat ini masih menjadi pasar tradisional yang tetap mempertahankan posisi pedagang dan pembeli, serta model tawar menawar yang ada. Sehingga mempunyai keunikan yang ada di pasar bawah seperti adanya pekerja angkut barang sebagai bagian dari pasar tradisional. Pasar Bawah yang malas untuk dikunjungi anak muda karena bau ikan dan beceknya ternyata memiliki ciri khas tersendiri.
Ketika berada di dalam pasar, akan tercium aroma berbeda di setiap los. Masuk los sapi akan mecium bau daging sapi, los ayam akan mendegar teriakan pedangang “ ayam potong..ayam potong..” dan akan menemukan becekan saat masuk los ikan. Belum juga bau amis dari los ikan asin atau orang minang menyebutnya “maco”.
Namun, Pasar Bawah dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Perubahan sosial adalah perubahan yang menyangkut soal gaya hidup, perilaku dan nilai-nilai dalam masyarakat yang mencerminkan dinamika kultural masyarakat itu. seperti model belanja masyarakat saat ini. Konsumen akan merasa puas apabila belanja di pasar yang bersih, nyaman, modern, dagangan tersusun rapi. Aspek kualitas dan kenyamanan merupakan suatu aspek permasalahan utama bagi masyarakat yang kurang berminat untuk berbelanja di Pasar Bawah.
Dengan terbatasnya kualitas pelayanan dan kenyamanan di pasar tradisional yang merupakan bentuk pelayanan terhadap publik belum memenuhi harapan masyarakat. Pengelolaaan pasar bawah sekarang kurang baik, terelihat saat ini sudah tidak lagi bersih dan rapi, karena bau menyengat yang berasal dari tumpukan sampah, jalanan pasar yang sangat becek, penataan tempat yang tidak rapi, kurangnya persediaan area parkir, pengelolaan toilet dan ketersediaan tempat ibadah. Ini adalah faktor penting bagi pengunjung pasar, baik pedagang maupun pembeli untuk mengelola pasar agar semakin menarik minat masyarakat untuk berbelanja.








