Perubahan Hidup

Rabu, 12/06/2024 - 19:56
ilustrasi.net

ilustrasi.net

Oleh: Varel Haikal Ramadhan (Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta)

Saya Varel Haikal Ramadhan, bercerita di hadapan Anda untuk berbagi perjalanan perubahan yang saya jalani melalui organisasi silat Gending Jagad Buana. Bayangkan ini: tahun ketujuh saya di SMP, sebuah momen penting yang tidak akan pernah saya lupakan. Bergabung dengan komunitas seni bela diri ini membuka mata saya terhadap sekelompok individu yang beragam, di mana jumlah peserta perempuan menonjol. Sedikit pun saya tidak menyangka bahwa perjalanan ini akan mengungkap kedalaman disiplin, ketahanan mental, dan keindahan persahabatan yang beragam.

Tahun pertama latihan di Gending Jagad Buana adalah tahun yang penuh tantangan. Saya ingat setiap latihan fisik yang menguras tenaga dan menguji batas mental saya. Namun, dari sanalah saya mulai memahami arti sebenarnya dari ketahanan. Pelatih kami, seorang pria bijak dengan pengalaman bertahun-tahun di dunia silat, sering berkata, "Ketahanan bukan hanya tentang seberapa kuat kamu memukul, tetapi seberapa kuat kamu bisa bangkit setelah jatuh." Kata-kata itu menjadi mantra saya setiap kali saya merasa ingin menyerah.

Titik balik dalam perjalanan saya datang setelah setahun pelatihan yang tekun. Saya ditugaskan untuk menghadapi tantangan alam agar bisa naik ke tingkat berikutnya. Lokasinya jauh dari rumah saya di Depok, dan kami harus mengandalkan transportasi bus. Perjalanan itu sendiri adalah sebuah pelajaran. Di tengah kebersamaan dalam bus, saya menyadari bahwa tantangan mental dan fisik yang akan datang tidak bisa dihadapi sendirian. Kami harus saling mendukung.

Setibanya di tempat tujuan, serangkaian tes ketat menanti kami. Di sinilah saya bertemu dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, dari Batak hingga Padang. Kami tidak hanya belajar teknik bela diri, tetapi juga keterampilan hidup penting. Mendayung perahu di sungai yang deras, menahan pahitnya minuman herbal tradisional, hingga menguasai teknik-teknik silat yang kompleks. Semua ini menjadi bagian dari repertoar saya. Pelatihan ini menanamkan nilai-nilai ketenangan, disiplin, dan keberanian dalam menghadapi bahaya dengan tekad yang teguh.

Pada intinya, perjalanan ini menjadi pelajaran mendalam tentang ketahanan, kesabaran, dan adaptabilitas. Saya belajar pentingnya menghormati para sesepuh, memupuk persahabatan yang tulus, dan merangkul keberagaman budaya dalam kelompok kami. Setiap sesi latihan, setiap percakapan dengan teman-teman baru, memperkaya pemahaman saya tentang kehidupan dan keberagaman manusia.

Selain pelatihan fisik dan mental yang intens, salah satu hal yang paling berkesan adalah saat kami harus menjalani latihan di alam terbuka. Di tengah hutan, jauh dari kenyamanan rumah, kami diuji dalam banyak hal. Kami harus membangun tenda, memasak makanan sederhana, dan menjaga satu sama lain dari kemungkinan bahaya. Di sinilah saya benar-benar memahami arti dari kerjasama dan solidaritas. Tanpa bantuan teman-teman, saya mungkin tidak akan mampu melewati malam-malam yang dingin dan penuh tantangan tersebut.

Kembali ke kehidupan sehari-hari setelah pengalaman tersebut, saya merasa ada sesuatu yang berbeda dalam diri saya. Saya menjadi lebih tenang dalam menghadapi masalah, lebih sabar saat berhadapan dengan tantangan, dan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan. Semua nilai-nilai yang saya pelajari dari Gending Jagad Buana menjadi bagian tak terpisahkan dari diri saya.

Pengalaman ini juga mempengaruhi pilihan hidup saya. Saat memasuki jenjang kuliah, saya memilih Program Studi Penerbitan di Universitas Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Meskipun awalnya saya tidak memiliki minat khusus dalam bidang jurnalistik, perlahan-lahan minat saya tumbuh seiring dengan eksplorasi lebih lanjut dalam bidang tersebut. Alasan praktis seperti kenyamanan tempat tinggal yang dekat dengan kampus menjadi faktor penentu, tetapi lebih dari itu, saya melihat bagaimana disiplin dan ketahanan yang saya pelajari bisa diterapkan dalam dunia jurnalistik.

Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, saya memiliki tanggung jawab besar dalam keluarga. Sehari-hari, saya membantu ibu dan ayah dalam urusan rumah tangga serta membimbing adik-adik. Meskipun tanggung jawab ini tidak ringan, saya melihatnya sebagai bagian dari proses pembentukan karakter yang kuat. Dalam menjalani peran ini, nilai-nilai ketahanan dan disiplin yang saya pelajari dari silat sangat membantu.

Selain tanggung jawab keluarga, saya juga aktif mengejar berbagai hobi yang memberi kebahagiaan dan pengalaman berharga. Bermain gitar adalah salah satu hobi yang saya tekuni sejak SMP, dipengaruhi oleh teman-teman dan ayah yang pernah menjadi anggota band kecil. Olahraga juga menjadi bagian penting dalam hidup saya, tidak hanya untuk menjaga kebugaran fisik, tetapi juga sebagai sarana menjaga kesehatan tubuh hingga masa tua.

Hobi lain yang saya nikmati adalah menonton film barat, terutama genre horor, aksi, dan drama. Pengaruh teman-teman dan ayah yang gemar menonton film detektif dan aksi membuat saya cinta terhadap dunia perfilman barat. Meskipun kesibukan kuliah dan tanggung jawab keluarga menyita waktu, saya selalu menyempatkan diri untuk menonton film favorit saya sebagai bentuk relaksasi.

Namun, dari semua hobi dan aktivitas yang saya tekuni, pengalaman saya dengan Gending Jagad Buana silat tetap menjadi yang paling berkesan. Seni bela diri tidak hanya memberi saya kemampuan fisik, tetapi juga mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Disiplin, ketahanan mental, kerjasama, dan penghargaan terhadap keberagaman adalah nilai-nilai yang selalu saya bawa ke mana pun saya pergi.

Ketika saya mengucapkan selamat tinggal pada pengalaman perubahan ini, saya merasa sangat berterima kasih kepada semua yang telah membantu saya sepanjang perjalanan. Mereka yang berada di sisi saya, para pelatih, teman-teman seperjuangan, dan keluarga yang selalu mendukung, semuanya memiliki peran penting dalam membentuk siapa saya hari ini.

Melalui dedikasi dan ketekunan, saya yakin bahwa masa depan saya akan cerah dan penuh dengan berbagai kesuksesan. Saya berkomitmen untuk terus belajar dan berkembang sebagai individu yang lebih baik, menggunakan setiap pelajaran yang saya dapat dari seni bela diri dan pengalaman hidup lainnya sebagai fondasi untuk menghadapi tantangan masa depan.

Tags

Berita Terkait