Pompa Air Bantu Petani Sukoharjo Tingkatkan Musim Tanam

Minggu, 11/10/2026 - 11:13
Foto istimewa

Foto istimewa

Klikwarta.com, Sukoharjo - Ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tani, terutama saat musim kemarau. Di Desa Baki Pandeyan, Kabupaten Sukoharjo, bantuan pompa air irigasi memberikan peluang bagi petani untuk meningkatkan intensitas tanam sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan persawahan.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Baki Pandeyan, Sigit Setyo Utomo, mengungkapkan keberadaan pompa air membantu memenuhi kebutuhan pengairan di lahan pertanian seluas kurang lebih 10 hektare.

Sebelum mendapat dukungan sarana pengairan tersebut, petani di wilayah itu umumnya hanya mampu menjalankan dua musim tanam dalam setahun. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, petani kini memiliki peluang untuk menambah frekuensi tanam menjadi tiga kali setahun.

“Sebelumnya, di area ini hanya bisa dua musim tanam dalam setahun. Dengan adanya mesin pompa ini, sekarang bisa tiga kali tanam. Bahkan kalau memungkinkan, bisa mencapai empat kali tanam,” kata Sigit.

Menurutnya, keberadaan pompa air sangat membantu petani dalam menghadapi keterbatasan air, terutama ketika memasuki musim kemarau. Pengairan yang lebih terjaga diharapkan membuat jadwal tanam lebih fleksibel dan mengurangi ketergantungan terhadap curah hujan.

.

Bagi petani, dukungan infrastruktur pengairan memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan produksi. Semakin baik pengelolaan air, semakin besar pula peluang lahan dimanfaatkan secara optimal sepanjang tahun, dengan tetap memperhatikan kondisi tanah dan kebutuhan air tanaman.

Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui berbagai dukungan, di antaranya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), irigasi perpipaan, serta pembangunan sumur dalam.

Menurut Eko, kebijakan tersebut perlu disertai komunikasi langsung dengan petani agar bantuan dan program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui sarasehan pertanian. Forum tersebut menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi, berbagi pengalaman, sekaligus mengusulkan solusi bagi pengembangan sektor pertanian.

“Kami mengadakan sarasehan pertanian, di mana petani bisa menyampaikan kendala, pengalaman, hingga harapan mereka. Tujuannya, agar masalah dan solusi bisa bertemu langsung,” jelas Eko.

Ia menambahkan, tantangan pertanian tidak berhenti pada persoalan irigasi. Ketersediaan jaringan listrik, pengelolaan sumber daya air, penanganan pascapanen, hingga pemasaran hasil pertanian merupakan bagian yang perlu ditangani secara terpadu.

Pengembangan pertanian pekarangan atau urban farming juga menjadi salah satu aspek yang dapat dikembangkan untuk mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah Sukoharjo.

“Sarasehan ini menjadi jembatan antara masalah dan solusi. Solusi tidak selalu datang dari luar, terkadang justru ada di antara kita sendiri,” ujarnya.

.

Eko berharap dukungan pompa air dan sumur dalam dapat memperluas kesempatan petani untuk meningkatkan intensitas tanam. Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali dalam setahun diharapkan mampu mencapai tiga kali tanam, bergantung pada ketersediaan air dan kondisi pertanian setempat.

Ia menekankan bahwa pembangunan sektor pertanian membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kelompok tani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dinas terkait, dan instansi pemerintah lainnya perlu bersinergi agar program yang dijalankan memberikan manfaat optimal.

“Kita memang bukan Superman, tetapi persoalan pertanian ini menyangkut banyak bidang dan pemangku kepentingan. Maka dibutuhkan sinergi dari kelompok tani, PPL, dinas terkait, hingga pemerintahan vertikal. Solid, Sinergi, Sukses itulah semangat kita,” tegasnya.

Dukungan sarana pengairan diharapkan tidak hanya membantu petani menjaga keberlangsungan produksi, tetapi juga membuka peluang peningkatan hasil panen dan pendapatan. Dengan pengelolaan air yang tepat serta pendampingan berkelanjutan, sektor pertanian Sukoharjo diharapkan semakin produktif dan mampu menopang perekonomian masyarakat pedesaan.

(Kontributor : Widyo)

Berita Terkait