Sumber : https://www.youtube.com/watch?v
Oleh: Rendi Sugiri
Klikwarta.com - Sebuah tempat yang memiliki bau yang khas dan becek serta kotor menjadi tempat pilihan masyarakat untuk mencari bahan-bahan pokok. Tempat ini menjadi ladang perekonomian bagi masyarakat.
Pasar baru Bekasi merupakan salah satu dari sekian banyaknya pasar yang ada di Bekasi. Pasar ini menjadi pilihan masyarakat Kota Bekasi yang letaknya dekat dengan lingkungan perkotaan. Terletak di Jalan Ir Juanda, Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Menjadi pasar utama di Kota Bekasi.
Pasar ini merupakan salah satu pasar tradisional yang sampai saat ini bertahan meski menghadapi persaingan dari sejumlah pasar swalayan maupun retail yang berada di beberapa sudut kota Bekasi. Pasar modern memang memberikan tempat yang bersih, namun untuk kualitas barangnya setara dengan pasar tradisional. Tentunya dengan harga yang terjangkau pada pasar tradisional.
Jalan yang tepat berada di depan pasar baru Bekasi, setiap jam sepuluh malam hingga jam delapan pagi jalan tersebut ditutup satu arah oleh pedagang untuk berjualan. Bagi kendaraan mobil harus melewati jalan yang memutar dan untuk sepeda motor bisa melewati. Hal ini dilakukan agar pedagang tidak membayar biaya sewa, namun tetap membayar uang kebersihan. Sudah menjadi tradisi tersendiri di pasar baru Bekasi jika para pedagang tumpah ruah ke jalan pada jam yang tertentu. Aparatur sipil negara-pun tidak membubarkan para pedagang liar tersebut.
Banyak masyarakat baik pendatang atau warga lokal yang mengadu nasib di pasar ini. Dengan harapan kehidupan mereka akan membaik. Mereka bukan hanya sebagai pedagang dan pembeli, tetapi banyak penduduk sekitar yang menjual jasanya untuk mengankut barang atau disebut dengan kuli panggul. Banyak potret kehidupan yang terjadi di pasar ini dengan beragam macamnya. Mulai dari pengemis dengan berbagai caranya, copet, tukang parkir yang tidak memakirkan, tukang becak dengan berbagai umurnya, penjual es the poci dengan kegigihannya menjajakan dagangannya dan masih banyak lagi.
Sebagai pelanggan setia di pasar ini, ibu-ibu rumah tangga turut memadati tempat ini untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. Kebutuhan pokok tersebut meliputi sembako, pakaian, perabotan rumah tangga, keperluan dapur, perlengkapan mandi serta obat-obatan dan vitamin. Ibu-ibu memilih pasar tradisional karena berbagai macam pilihan semua kebutuhan ada disni. Beragam juga harganya yang merupakan kesukaan ibu-ibu. Hal ini diakui oleh ibu saya yang memiliki banyak langganan dengan penjualnya.
Setiap transaksi antara penjual dan pembeli terselip kegiatan tawar menawar. Kegiatan ini pasti terjadi dan wajar pembeli melakukan itu, agar sepakat harganya antara penjual dengan pembeli. Jika di pasar modern atau pasar swalayan kegiatan tersebut tidak dapat terjadi. Karena pada pasar modern harga yang tertera sudah tidak bisa ditawar atau harga pasti dari pihak pasar modern. Itulah mengapa ibu-ibu lebih memilih pasar tradisional dibandingkan pasar modern.
Ada satu yang tidak bisa ditawar di pasar tradisional, yaitu penjual yang tidak menjual yang berbentuk barang. Biasanya penyedia makanan siap saji, seperti warteg, the poci keliling dan lain sebagainya. Karena semua manusia pasti membutuhkan makanan dan minuman, sehingga tidak dapat ditawar harganya.
Kehidupan pasar memang beragam dan tidak ada habisnya di setiap jamnya. Karena roda perekonomian dari segala kalangan berputar di lingkungan tersebut. Mulai dari kalangan menengah ke bawah dan menengah ke atas. Semua kalangan dengan berbagai macam ras dan suku mengadu nasibnya di lingkungan pasar baru Bekasi. Dengan adanya perbedaan tersebut. Berbagai potret kehidupan juga turut mengisi ritme berkehidupan disana. Dari segala aspek kehidupan dan kalangan manusia bercampur dalam satu lingkungan ini.








