Sejumlah Pedagang Mengeluhkan Mahalnya Biaya Sewa Lapak

Selasa, 11/09/2018 - 17:47
Sejumlah lapak nampak masih kosong

Sejumlah lapak nampak masih kosong

Klikwarta.com - Memasuki hari kedua perayaan Festival Tabut, Selasa (11/09/2018), sejumlah stand lapak yang sudah disiapkan oleh pihak panitia pelaksana untuk para pedagang lokal maupun luar kota terlihat masih banyak yang kosong.

Dari sejumlah pedagang yang ditemui, mereka menuturkan tentang mahalnya biaya stand lapak yang miningkat secara signifikan dari tahun sebelumnya. 

Beberapa keterangan yang disampaikan oleh para penyewa lapak mengatakan bahwa nominal sewa lapak dari pertama sampai sembilan hari kedepan berada pada angka 8 juta rupiah. Mereka mengeluhkan dengan aturan baru yang diterapkan oleh pihak panitia dimana panitia koordinasi bidang penyewaan lapak harus berlanjut melalui para calo lapak yang justru jadi penyebab naiknya angka sewa.

pedagang
Hendra (21), salah satu pedagang baju yang berasal dari Bandung

Hendra (21), salah satu pedagang baju yang berasal dari Bandung mengungkapkan, tarif sewa dari tahun sebelumnya yang berada pada angka Rp 5 juta naik menjadi Rp 8 juta menjadi tolak ukur keberatan dalam meraup keuntungan yang didapat. 

Penjual sepatu
Ari (28), pedagang sepatu dan sandal dari Ibu kota Jakarta

Selain itu Ari (28), pedagang sepatu dan sandal dari Ibu kota Jakarta juga turut menuturkan bahwa pihak panitia seakan kurang bertanggung jawab mengenai pengalihan jalur calo dan mahalnya sewa lapak yang berakibat berkurangnya target pendapatan. Hal tersebut juga didukung dari kurangnya pelapak yang menyewa pada jalur Tugu Pers-Tapak Paderi.

Sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak pelaksana sebagai pemertanggungjawab pelaksana karena saat ditemui di lokasi tidak ada satupun panitia yang bertugas dan stay dalam stand panitia. (Bisri)

Berita Terkait