Wamen Ekraf Dorong Penguatan City Branding Jepara sebagai Kota Ukir Indonesia

Kamis, 25/06/2026 - 19:03
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi penyelenggara pameran seni pahat Jepara, TATAH, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu ( 24/6/2026)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi penyelenggara pameran seni pahat Jepara, TATAH, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu ( 24/6/2026)

Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menilai seni ukir Jepara berpeluang besar bersaing di pasar internasional. Kendati begitu, penguatan daya saing produk lokal tidak hanya bergantung pada kualitas karya, tetapi juga kemampuan membangun narasi, strategi pemasaran, dan distribusi yang tepat.

Hal ini disampaikan Irene saat menerima audiensi penyelenggara pameran seni pahat Jepara, TATAH, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (24/6). 

"Budaya Indonesia itu enggak mungkin bisa membosan, karena bisa melihat dari _angle_ yang berbeda dengan _story line_ yang berbeda. Menurutku Jepara itu bisa mengekspresikannya dengan sangat bagus lewat sekuensi pikirannya yang tergambar melalui pahatan," ujar Irene.

Selain itu, Irene menekankan pentingnya pembangunan _city branding_ yang kuat bagi Jepara. Menurutnya, langkah tersebut dapat semakin mengukuhkan Jepara sebagai pusat seni ukir Indonesia, sekaligus menarik minat generasi muda untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi ukir yang telah menjadi identitas daerah selama berabad-abad.

Pertemuan ini juga menjadi tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya, sekaligus membahas berbagai langkah percepatan pengembangan seni ukir Jepara sebagai bagian dari upaya penguatan subsektor kriya dan ekonomi kreatif nasional.

TATAH merupakan program pameran seni dan inisiatif kuratorial yang menyoroti perkembangan seni ukir Jepara. Program ini menghadirkan ruang dialog antara kurator, seniman, peneliti, pelaku industri, dan masyarakat untuk memperluas pemahaman terhadap nilai budaya serta potensi ekonomi yang dimiliki seni ukir Jepara.

Pameran TATAH menampilkan 35 karya seni ukir tematik Jepara yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari mebel, patung, relief, dekorasi interior, hingga produk kerajinan. Keberagaman karya tersebut menunjukkan kemampuan para perajin dan seniman Jepara dalam mengembangkan warisan budaya menjadi produk kreatif yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Direktur Pelaksana TATAH, Veronica Rompies, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan narasi panjang yang menceritakan perjalanan Jepara sebagai ruang pertemuan berbagai peradaban dan budaya. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan program tersebut.

"Tatah hadir dari hasil kolaborasi yang unik antara seniman, pemerintah, asosiasi industri, hingga sejarawan. Hadirnya TATAH juga sebagai kapasitor untuk semakin menaikkan seni pahat asal Jepara," jelas Veronica. 

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara Raya, Hidayat Hendra Sasmita; Sekretaris Jenderal HIMKI Jepara Raya, Rengganis Widayanti; Tim Art Management TATAH serta Tim Promosi HIMKI Jepara Raya. Wamen Ekraf didampingi Direktur Kriya, Neli Yana. (*) 

Tags

Berita Terkait