KM.Tailana Aceh Singki
Klikwarta.com, Aceh Singkil - Sejak dibeli dan dipeusijuek (Tepung Tawar), Kapal cepat KM.Tailana, milik Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil di bawah tanggung jawab Dinas Perhubungan, hingga kini belum beroperasi berlayar membawa penumpang.
"Kapal Motor (KM) Tailana, yang diadakan menggunakan dana Otsus tahun 2019 sebesar Rp 4,5 Miliar itu saat ini ditambatkan di kawasan Pulau Banyak", kata Kadis Perhubungan Aceh Singkil, Malim Dewa, Rabu (12/02/2020).
Malim mengakui, hingga saat ini kapal cepat yang dibeli dengan menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu belum beroperasi berfungsi berlayar. Karena, sebelum kapal tersebut dioperasikan terlebih dahulu harus ada proses penghitungan aset dari pihak Dirjen Kekayaan Negara, yang rencananya dalam waktu dekat ini akan datang untuk melakukan penghitungan aset kapal cepat Aceh Singkil.
Begitu juga, ada beberapa perlengkapan kapal yang harus dilengkapi seperti, Radar Kapal, Sekoci kapal dan pelampung penumpang serta izin perlayaran.
Namun, meski belum berlayar, pihaknya harus menggeluarkan BBM operasional kapal sedikitnya satu drum selama seminggu. Untuk memanaskan mesin dan menghidupkan lampu-lampu kapal.
"Maka dari itu, saat ini pihak Pemkab Aceh Singkil sedang melengkapi semua kekurangan perlengkapan kapal yang belum ada. Meski dalam RAB pengadaan kapal, untuk radar, sikoci dan pelampungnya ada. Tapi belum lengkap", ujarnya Dewa.
"Apabila sudah mulai beroperasi nanti, rencananya untuk pengelolaan Kapal Cepat KM.Tailana akan dipihak ketigakan dengan sementara menggunakan pelabuhan Singkil dan Pulau Banyak yang ada saat ini sebagai tempat sandaran turun naik penumpang", terangnya.
Informasinya, bila transportasi antar pulau KM.Tailana yang akan melayani pelayaran Singkil-Pulau Banyak-Pulau Banyak Barat dan sebaliknya itu akan menempuh waktu hanya sekira 1,5 jam yang biasanya bila menggunakan Kapal Feri untuk sampai ke daerah permukiman Kepulauan Banyak dari Ibukota Aceh Singkil memakan waktu sekira 4 jam perjalanan.
(Pewarta: Ersi)








