Menag Buka Peluncuran SPAN-UM PTKIN 2020

Sabtu, 21/12/2019 - 11:36
Menteri Agama Fachrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi

Klikwarta.com, Bandung - Menteri Agama, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi didampingi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Phil Kamaruddin Amin, M.A., Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof, Dr. H. Babun Suharto, SE, MM., Ketua Umum SPAN-UM PTKIN,Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si membuka Peluncuran Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk (UM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tahun 2020, di Gedung HM Rasjidi, Thamrin, Jumat (20/12/2019).

Dalam arahannya, Menag meminta sivitas akademika PTKIN untuk memikirkan inovasi yang dapat menghidupkan kembali kajian keislaman di kampus. Karena kajian keislaman di kampus PTKIN berkempang pesat pada tahun 80-an. Sayang, tradisi keilmuan tersebut kini dirasakan mulai meredup. “Saya meminta kepada semua pejabat terkait untuk turut memikirkan inovasi-inovasi yang perlu dilkaukan, agar PTKIN tidak hanya menyuburkan ilmu-ilmu umum, namun menghidupkan kajian strategis ilmu-ilmu keislaman sebagai korps keilmuan yang strategis,” katanya.

Kendati demikian, Menag sangat mengapresi jumlah pendaftar PTKIN yang terus meningkat. Untuk jalur UM-PTKIN misalnya, sejak dibuka kali pertama pada 2010, pendaftar meningkat dari hanya 8.845 menjadi 157.039. Pendaftar SPAN tahun 2017, sebanyak 82.005 siswa. Jumlah pendaftar naik lagi di tahun 2018 dan 2019. 

Namun, menurutnya ada fakta yang kurang baik, karena minat mahasiswa pada bidang kajian keislaman terus menurun. “Islamic Studies peminatnya rendah. Ini menjadi keprihatian bersama, karena PTKIN awalnya dibangun sebagai wadah kajian ilmu keislaman,” jelasnya.

Kini PTKIN terus berkembang dan banyak diminati masyarakat. Menag berharap agar sivitas akademika PTKIN memikirkan agar kejian keislaman tidak pudar. “Ini juga concern saya,” tegasnya

Dalam pandangan Menag, melemahnya rumpun ilmu keislaman di PTKIN,  karena kebanyakan mahasiswa yang ingin melanjutkan ke UIN, umumnya lemah dalam ilmu keislamannya. “Ini harus menjadi perhatian kita bersama, terutama kampus IAIN yang berniat menjadi UIN,” pungkasnya. (Humas al-Jamiah UIN SGD Bandung)

peristiwa

tmmd

Related News