Pemkot Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik

Rabu, 26/07/2017 - 15:16
Pemerintah Kota Bengkulu menggelar sosialisasi pelayanan publik

Pemerintah Kota Bengkulu menggelar sosialisasi pelayanan publik

Kota Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu menggelar sosialisasi pelayanan publik bagi penyelenggara  
pelayanan publik di lingkungan Pemkot Bengkulu di Hotel Bumi Endah, Rabu (26/7). Sosialisasi ini
bermaksud meningkatkan pelayanan publik Pemkot Bengkulu agar lebih maksimal.


Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Marjon menegaskan akan mengevaluasi sejumlah OPD yang kerjanya tidak
maksimal karena tak memahami Tugas, Pokok dan Fungsi (Tupoksi) saat bertugas melayani warga kota. 


"Sumber kekurangan kita karena tidak memahami Tupoksi, kalah sama dengan tukang sate yang
mempromosikan produk dan memberi pelayanan baik pada pelanggannya," kata Sesda. 


Selanjutnya, Sesda mengingatkan semua ASN bekerja profesional saat menjadi pelayan publik. Menjelang
Pilwakot 2018, ia menegaskan seluruh ASN agar tak terpengaruh dengan isu-isu politik yang tengah
berkembang. 


"Kita pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani masyarakat, sudah sampai mana yang sudah kita lakukan ?  
kita hanyut dengan isu- isu politik," ujarnya.


Terpisah, Walikota Bengkulu Helmi Hasan mengingatkan ASN dan pejabat Pemkot tentang kewajiban
melayani kebutuhan warga. "Ini memang penting, hari ini kita lakukan sosialisasi terhadap pelayan publik
tentang bagaimana melayani publik," ujarnya.


"Pertama, ingat kita ini diberikan jabatan oleh Allah, fasilitasnya semua dari uang rakyat, baju dari uang
rakyat, nasi dari uang rakyat, mobil dinas dibayari rakyat, perjalanan dinas dibayari rakyat dan membayar
sekolah anak dibayari rakyat, maka ketika rakyat membutuhkan pelayanan sebagai pejabat maka layanilah
dengan sungguh-sungguh dan layanilah dengan hati, jangan sampai mereka kecewa, layani semampu
kita,"sambung Walikota. 


Dijelaskan Walikota, soal pelayanan publik tidak melulu terkait dengan pembangunan fisik saja, aspek
pelayanan publik juga mestinya menjadi perhatian Pemkot. 


"Kedua, pelayanan publik diukur buka hanya soal pembangunan fisiknya saja, seperti, gedung dan
kendaraannya. Tapi bagaimana pelayanan masyarakat juga terpuaskan," tandasnya. 


Sebagai contoh, Walikota mengatakan, pelayanan di RSUD Kota harus melayani warga dengan hati. Tak boleh
rumah sakit bersikap kasar dan tak ramah pada pasien miskin. Sebaliknya, RSUD kota harus mengutamakan
pasien miskin karena mereka lebih butuh perhatian. 


"Jika dia orang miskin itu lebih prioritas untuk dilayani dengan senyuman. Orang sakit dan miskin sangat
sensitif dan lebih butuh perhatian, serta mereka lebih butuh di doakan. Tapi,  Alhamdullah RSUD kota setiap
jumat memberikan makanan gratis dan jika pasien sudah sembut diberikan pelayanan gratis medicure,
creambat dan sebagainya," papar Walikota. [rilis/Media Center Kominfo Kota Bengkulu]

Berita Terkait