Gapura Brigjen Ignatius Slamet Riyadi di Koramil 21/Juwiring Klaten Jadi Simbol Nasionalisme dan Pengabdian TNI

Selasa, 09/06/2026 - 18:55
Gapura Brigjen Ignatius Slamet Riyadi

Gapura Brigjen Ignatius Slamet Riyadi

Klikwarta.com, Klaten - Sebuah gapura monumental tengah dibangun di kompleks Koramil 21/Juwiring, Kabupaten Klaten. Meski progres pembangunan baru sekitar 50 persen, bangunan berukuran besar itu sudah menjadi perhatian warga sekitar. Danramil 21/Juwiring, Kapten Inf Ngabdul Kurnen, menegaskan bahwa gapura tersebut bukan sekadar gerbang masuk, melainkan simbol penghormatan kepada pahlawan nasional sekaligus media edukasi kebangsaan bagi masyarakat.

Gapura itu akan diberi nama Gapura Brigjen Ignatius Slamet Riyadi, untuk mengenang jasa Brigadir Jenderal TNI Ignatius Slamet Riyadi, salah satu tokoh militer dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan negara.

"Beliau adalah pahlawan yang sangat luar biasa. Jasa-jasanya bagi bangsa ini sangat besar. Sebagai prajurit kewilayahan, saya ingin mengenang dan menghormati perjuangan beliau melalui sebuah karya yang bisa dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Kapten Inf Ngabdul Kurnen.

Bukan Sekadar Proyek Fisik

.

Kapten Ngabdul Kurnen menjelaskan bahwa pembangunan gapura ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter, semangat pengabdian, dan wawasan kebangsaan di lingkungan TNI serta masyarakat sekitar. Menurutnya, karya fisik di ruang publik dapat menjadi pengingat visual tentang pentingnya menghargai sejarah dan jasa para pahlawan.

Gagasan membuat gapura bertema kepahlawanan juga bukan kali pertama ia lakukan. Saat bertugas di wilayah lain, ia pernah membangun gapura besar yang menggunakan nama Pahlawan Nasional Pattimura. Pengalaman tersebut kemudian dilanjutkan di Juwiring dengan mengusung nama Brigjen Ignatius Slamet Riyadi.

"Bisa jadi ini salah satu gapura Koramil terbesar di Indonesia. Namun yang paling penting bukan ukurannya, melainkan pesan yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat dan generasi muda," katanya.

Nasionalisme di Tengah Arus Perubahan Zaman

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, Kapten Ngabdul Kurnen menilai nilai-nilai kebangsaan harus terus dipelihara agar tidak memudar. Ia menekankan pentingnya wawasan kebangsaan yang kuat, sikap pantang menyerah, serta kebiasaan belajar dan menambah pengetahuan tanpa melupakan sejarah perjuangan bangsa.

"Kita harus mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai melupakan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa loyalitas, kesetiaan, dan pengabdian tanpa batas merupakan nilai utama yang ingin ditanamkan melalui keberadaan gapura tersebut.

Koramil Juwiring Diproyeksikan Jadi Role Model Kewilayahan

Lebih jauh, Danramil berharap Koramil 21/Juwiring tidak hanya dikenal sebagai pusat kegiatan pertahanan dan keamanan, tetapi juga berkembang menjadi ruang inspirasi bagi masyarakat. Ia ingin Koramil menjadi magnet positif yang mendorong terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, tenteram, dan produktif.

"Saya ingin Koramil Juwiring menjadi role model kewilayahan. Tempat ini harus memberikan energi positif bagi masyarakat, sehingga wilayah menjadi lebih aman, tenang, nyaman, dan bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," ungkapnya.

Berpotensi Menjadi Inspirasi Pembangunan Kewilayahan

Menanggapi kemungkinan konsep pembangunan gapura tersebut menginspirasi daerah lain, Kapten Ngabdul Kurnen menyatakan fokus utamanya tetap pada pengabdian masyarakat dan pembinaan wilayah. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan gagasan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi lebih luas di masa mendatang.

"Kami hanya prajurit yang berusaha menjalankan tugas dengan loyal dan setia. Soal nanti menjadi inspirasi atau diapresiasi lebih luas, biarlah pimpinan yang menilai. Yang jelas, ini adalah cara kami menghormati para pahlawan sekaligus menjaga semangat pengabdian prajurit di lapangan," tuturnya.

Dengan mengusung nama Brigjen Ignatius Slamet Riyadi, gapura yang sedang dibangun di Koramil 21/Juwiring diharapkan menjadi ikon baru Juwiring sekaligus pengingat bahwa semangat perjuangan, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa harus terus hidup di setiap generasi.

(Kontributor ; Widyo)

Berita Terkait