PKS Jatim Ingatkan Kader Tak Terjebak New Normal

Minggu, 28/06/2020 - 16:32
PKS Jatim Ingatkan Kader Tak Terjebak New Normal

PKS Jatim Ingatkan Kader Tak Terjebak New Normal

Klikwarta.com, Surabaya - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur meminta semua pengurus dan kader di Jatim untuk meningkatkan disiplin dalam protokol kesehatan. Mengingat Jatim masih berada pandemi covid-19. 

Ketua Umum DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan meminta agar kadernya tidak terjebak pada istilah normal atau new normal. Masyarakat juga diminta agar meningkatkan disiplin dalam menaati protokol kesehatan agar tercegah dari penularan covid-19. Mengingat saat ini Jawa Timur sebagai provinsi tertinggi dalam kasus positif dan kematian akibat covid.

"Faktanya Jatim menjadi pusat pandemi saat ini. Maka melindungi diri, keluarga, dan masyarakat sekitar kita dari wabah ini menjadi penting," ujar Irwan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pembinaan dan Pengkaderan Anggota (UPPA) PKS se-Surabaya Raya melalui video telekonferensi, Minggu 28 Juni 2020.

Rakor tersebut dilakukan secara daring dan diiikuti ratusan Ketua UPPA dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Irwan meminta pengurus, kader PKS dan warga Jawa Timur untuk tidak membuat kerumunan atau keramaian yang tidak perlu. Pengurus sebaiknya beraktivitas di rumah saja. Jika harus keluar rumah hanya untuk urusan yang penting. Misalnya bekerja, aau belanja. 

"Setelah selesai langsung kembali ke rumah dan langsung mandi. Seluruh pakaian dan perlengkapan dicuci bersih," jelas Irwan.

PKS tidak merasa malu dan bosan untuk terus mengingatkan perlunya masyarakat dan kadernya memakai masker ini dengan benar. Hal ini untuk menjaga diri sendiri dan orang lain. 

"Tutupi hidung dan mulut. Jangan ditaruh dagu atau leher. Jangan bandel. Ojo ngeyelan. Dan meskipun sudah memakai masker, tetap jaga jarak aman dua meter," katanya.

Selain itu, imbuh Irwan, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer dengan benar. "Sesering mungkin. Terutama setelah menyentuh benda dari luar atau yang disentuh banyak orang," pintanya

Irwan juga mengajak untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan tidur yang cukup, olahraga ringan dan makanan bergizi. Pukul 21.00-22.00 masyarakat dan kadernya sudah harus tidur, dan tidak begadang. 

"Tiap pagi olahraga. Habis subuh saat kondisi sepi. Hindari keramaian. Olahraga yang ringan saja asal rutin. Sekaligus mendapat sinar matahari. Makan dijaga yang bergizi saja, meskipun sederhana. Tidak usah neko-neko. Jika ada bisa ditambah vitamin dan suplemen kesehatan," paparnya.

Menurutnya, kebiasaan hidup seperti inilah harus dilakukan untuk tetap selamat dari wabah. Pengurus harus bisa beradaptasilah agar bisa survive sebagai masyarakat secara keseluruhan. "Adaptasi dengan Kebiasaan Baru (AKB). Saya yakin kita semua bisa," ujar Irwan optimis.

Irwan menyampaikan bahwa PKS merasa prihatin dengan kondisi pandemi yang semakin parah di Jawa Timur, terutama di Surabaya dan sekitarnya. Mengingat rumah sakit sudah tak ada yang bisa menampung pasien covid-19. Sementara penderita terus berdatangan. Ironisnya lagi para tenaga medis pun berkurang karena ada yang terpapar. 

"Kondisi pemakaman keputih tempat korban covid juga hampir penuh. Situasi di hilir sudah seperti itu. Karenanya saat ini penting untuk terus menyadarkan masyarakat untuk pencegahan. Di hulu ini ujung tombaknya adalah keluarga. Mari sama-sama melindungi anggota keluarga kita," ajak Irwan.

Kepada Pemerintah, PKS Jatim meminta agar terus berupaya menekan laju penyebaran pandemi sesuai protokol dan saran para ahli. "Pertama, rapid test dan swab test bisa terus digalakkan agar tracing cluster bisa dilakukan untuk memutus rantai penyebaran. Kedua, Surabaya Raya sebagai episentrum harus mendapat perhatian serius. Mulai hulu hingga hilir. Ketiga, penegakan protokol pencegahan penanganan covid-19 oleh pemerintah dengan sangat ketat," terang Irwan.

PKS Jatim mengapresiasi langkah pemprov melakukan intervensi dengan membentuk Tim Gabungan Forkopimda Jawa Timur dan Gugus tugas Surabaya Raya. Irwan berharap pemerintah terus meningkatkan tensi penanganan wabah ini. Sebab kurva pandemi masih terus naik. 

"Saya yakin pemerintah dan juga kita, tidak akan menyerah. Karena itu semua pihak harus terlibat sesuai dengan peran masing-masing," pungkas Irwan

Berita Terkait