JLS Mulai Dikerjakan, Pemkab Blitar Percepat Pengembangan Wisata Pesisir Selatan

Senin, 06/07/2020 - 21:42
Proyek Pembangunan JLS di Kabupaten Blitar (foto: Istimewa)

Proyek Pembangunan JLS di Kabupaten Blitar (foto: Istimewa)

Klikwarta.com | Kabupaten Blitar - Pembangunan infrastruktur jalur lintas selatan (JLS) di sejumlah kecamatan kabupaten Blitar wilayah selatan telah dimulai tahun ini. Meski masih tahap galian tanah atau buka lahan, Bupati Blitar Rijanto mengaku juga tengah mempercepat pengembangan wisata di pesisir selatan untuk memanfaatkan JLS ketika nanti telah rampung dibangun.

Saat dihubungi di kantor DPRD Kabupaten Blitar, Bupati Rijanto mengatakan untuk JLS tahun ini telah dimulai pembangunan di titik Lot 7 yang menghubungkan wilayah Tambak ke Serang. Ia memproyeksikan tahun ini rampung untuk penghubungan dua titik wilayah itu.

Ia berharap pembangunan infrastruktur JLS mampu menciptakan progres yang signifikan, sehingga akses jalur yang nantinya menghubungkan wilayah Tulungagung dan Malang bisa terealisasi dengan baik.

"Kita kan punya banyak potensi di selatan, terutama wisata kita punya pantai yang banyak sekali. Tentunya kalau jalur lintas selatan ini jadi insyaallah kondisi wisata kita semakin berkembang terutama wisata pantai. Kemudian potensi yang lain, ingat daerah Blitar selatan ada tambang Kaolin, perkebunan Tebu, ternak ayam petelor dan sebagainya," jelas Bupati Rijanto, Senin (06/07/2020).

Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar Nanang Adi menguraikan, pembangunan JLS itu merupakan program pemerintah pusat. 

Pemerintah Pusat, katanya, mengalokasikan anggaran pembangunan JLS sekitar Rp 248 Milyar melalui APBN tahun 2020. Sementara Pemkab Blitar, hanya bertugas melakukan pengadaan lahan dan sudah selesai untuk percepatan pengadaan lahannya.

Proyek JLS, kata Nanang, berdasarkan kontrak kerja akan dilakukan selama tiga tahun. Tahun ini proyek itu telah mulai dikerjakan sejak bulan Februari lalu, dan diproyeksikan rampung di 2022. Meski masih proses galian tanah, saat ini sudah terlaksana tersisa sekitar 3,5 kilometer dari total 12,85 kilometer.

"Pekerjaan yang dilaksanakan yaitu STA 0-3.600 dan STA 8.400-12.800. Sistemnya masih galian tanah jadi buka lahan. Secara fisik sekitar lima persen. Informasi dari pelaksana, Lot 7 ini kan ada 12,85 kilo ya. Targetnya ini kan tiga tahun, jadi di 2022. Jadi sekarang masih pembukaan, tugas kita ya mengakomodir supaya cepat selesai. Intinya memfasilitasi mereka ketika misalnya mau mencari jalan akses kesana, mencari sumber-sumber galian, kita bantu dari aspek konstruksi maupun aspek pengadaan lahannya," ungkap Nanang. 

(Pewarta : Faisal NR / Kmf)

Berita Terkait