Penampakan Mobil Hadiah untuk Desa dan Kelurahan yang Berprestasi (foto : Faisal NR / Klik Warta)
Klikwarta.com | Kabupaten Blitar - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menolak keras isu rencana distribusi hadiah mobil desa sebagai sarana kampanye terselubung pasangan calon (paslon) Rijanto-Marhaenis di Pilkada Kabupaten Blitar tahun 2020.
Kepala DPMD Pemkab Blitar Mujianto menilai isu pembagian mobil hadiah kepada desa dan kelurahan sebagai ajang kampanye terselubung Rijanto-Marhaenis sama sekali tidak ada korelasi atau hubungannya dan bahkan itu merupakan pemahaman yang menyesatkan publik.
Dikatakan Mujianto, untuk pengadaan mobil hadiah sekarang ini sudah berlangsung di tahun ke empat. Sehingga, DPMD Pemkab Blitar, kata dia, menilai hadiah mobil kepada Desa dan/atau Kelurahan tidak ada sangkut paut terhadap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang akan berlangsung 9 Desember besok.
"Sebetulnya untuk pengadaan mobil hadiah, itu sudah berlangsung ini tahun keempat. Jadi tidak ada hubungannya dengan Pilkada. Ini sudah rutin, setiap tahun diadakan sebagai reward atas prestasi Desa dan Kelurahan sesuai Amanat PerMendagri Nomor 81 Tahun 2015. Jadi pembagian hadiah mobil Desa dikaitkan dengan Pilkada ini ya nggak nyambung," ucap Mujianto kepada Pewarta Klikwarta.com, Minggu (06/12/2020).
Proses evaluasi penilaian Desa dan Kelurahan, dikatakan Mujianto sudah terlaksana sejak awal tahun. Pemenang hadiah mobil Desa juga terjadi sebelum wabah Covid-19 melanda Indonesia.
"Sehingga sudah terjadi pemenang ini sebelum Covid-19. Kemudian kenapa pembagiannya di bulan Desember menjelang Pilkada, ini sebetulnya semata-mata teknis selesainya dokumen pengadaan sampai diumumkannya dibukaknya LKPP e-Katalog diakhir tahun. Jadi sudah clear, dan kami sangat hati-hati sekali pengadaan ini sejak 2017," jelasnya.
Rencana distribusi hadiah mobil untuk Desa oleh Bupati Blitar Rijanto yang akan berlangsung Senin, 7 Desember, menurutnya sah-sah saja karena itu adalah aktivitas kerja rutin seorang Kepala Daerah kepada warganya. Dianggap Bawaslu Kabupaten Blitar hal ini berpotensi sebagai kampanye siluman paslon petahana, DPMD Pemkab Blitar akhirnya menunda pendistribusian setelah Pilkada.
Terpisah, Calon Bupati Blitar yang sekaligus Bupati Blitar definitif, Rijanto, mengajak masyarakat kabupaten Blitar untuk mensukseskan agenda Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar tahun ini secara tertib, aman, adil dan kondusif. Demi itu, salah satu yang bisa dilakukan masyarakat dalam hal konsumsi informasi ialah mengkroscek kebenaran dan kevalidan informasi publik.
Rijanto menuturkan, akhir-akhir ini cukup merebak pemberitaan yang kontraproduktif terhadap pendewasaan pendidikan politik kepada masyarakat disaat masa-masa Pilkada. Semisal, kata dia, menghadiri undangan warga yang memiliki hajatan diplesetkan media tertentu sebagai kampanye terselubung, padahal per hari ini sudah masa tenang dan tidak boleh ada perbuatan ajakan untuk memilih.
"Tentunya jangan membodohi masyarakat. Ingin berbuat hal untuk masyarakat mestinya tidak melakukan sesuatu dengan merusak ikhtiar positif orang lain. Masyarakat sekarang sudah pintar-pintar. Jangan bohongi mereka. Memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat adalah tugas kita bersama. Mari kita sukseskan Pilkada tahun 2020 secara damai, tertib, aman dan konstitusioal," tukas Rijanto.
(Pewarta : Faisal NR)








