Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Mujib (foto : Faisal NR / dok. Klikwarta.com Blitar)
Klikwarta.com Blitar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar untuk mempercepat penanganan putusnya jembatan di desa Dawuhan, kecamatan Kademangan, akibat diterjang banjir Rabu (3/2/2021) sore kemarin.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Mujib meminta DPUPR mampu bereaksi cepat mengangani persoalan itu. Revitalisasi jembatan ini memang harus mendapat penanganan yang segera, lantaran terancamnya sekitar 1.500 KK warga setempat lumpuh aktivitas akibat mandeknya akses mobilitas.
"Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin, karena kami merupakan bagian dari Pemerintah Kabupaten Blitar, untuk membangun kembali secara permanen jembatan yang putus kemarin. Dengan kerusakan putusnya jembatan itu, selain mempersulit warga sekitar dalam hal transportasi, juga akan berdampak yang lebih buruk lagi, yakni masalah ekonomi," jelas Mujib, Jumat (5/2/2021).
Informasi lebih lanjut, Jembatan di Desa Dawuhan bernama Jambangan, kecamatan Kademangan, putus diterjang banjir, Rabu (3/2/2021) sekitar pukul 16.00 WIB, yang mengakibatkan ribuan warga, di 4 dusun desa tersebut terisolasi.
Petugas BPBD Kabupaten Blitar, Lukman menyatakan adanya jembatan di dusun Jambangan RT01/RW07 desa Dawuhan, kecamatan Kademangan yang putus.
“Jembatan tersebut menghubungkan Desa Dawuhan dengan Desa Bendosari dan Desa Suruhwadang,” ucap Lukman.
Jembatan tersebut putus, lanjut dia, karena kaki jembatan ambruk diterjang arus banjir. Sehingga badan jembatan sisi utara ambruk ke dalam sungai.
Dikatakannya, jembatan Jambangan merupakan jalur sirip yang menghubungkan warga 4 dusun di desa Dawuhan, yaitu Dusun Jambangan, Midodaren, Kaliandong dan Kelangkapan dengan jumlah sekitar 1.500 KK yang terdiri dari sekitar 3.000 jiwa.
“Sebenarnya ada jalur lain, tapi harus memutar sejauh sekitar 7 kilometer tapi aksesnya sulit,” ungkapnya.
(Pewarta : Faisal NR)








