Bupati Tegal Harapkan Data Sensus Penduduk 2020 Lebih Akurat
Klikwarta.com, Slawi - Sensus Penduduk (SP) akan dilaksanakan pada Februari hingga Juni 2020. Bupati Tegal, Umi Azizah, mengharapkan data yang diperoleh lebih akurat. Hal ini diungkapkan Umi setelah penyelenggaraan Apel Peringatan Hari Statistik Nasional 2019 (26/9) di Halaman Belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal.
Saat memimpin Apel, Umi yang membacakan Sambutan Kepala BPS Pusat menyampaikan bahwa tema peringatan hari statistik nasional tahun ini adalah menuju Indonesia maju dengan SDM dan data berkualitas. Tema ini sejalan dengan program prioritas Pemerintah selama lima tahun ke depan, yaitu pembangunan SDM, dengan menitikberatkan pada kesehatan, pendidikan vokasi, lembaga, dan manajemen talenta.
Lebih lanjut Umi menyampaikan bahwa BPS sebagai lembaga penyedia data statistik mempunyai peran yang sangat penting. "Hal ini berkaitan dengan membanjirnya data dengan _volume_ (ukuran), _variety_ (jenis), dan _velocity_ (kecepatan) yang begitu luar biasa yang disebut _Big Data_, BPS sebagai lembaga penyedia _official statistics_ di Indonesia kini menghadapi tantangan baru" ungkapnya.
Sementara itu, ditemui usai Apel, Kepala BPS Kabupaten Tegal, Jamaludin menyampaikan bahwa untuk Sensus Penduduk (SP) 2020 akan menggunakan metode gabungan (_combine method_). Metode menggabungkan data antara data yang berasal dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan data dari BPS. "Nanti Insya Allah dengan combine method ini maka kita akan menggabungkan data Dukcapil dan data BPS. Dimana Dukcapil menggunakan data secara _de jure_ dan BPS menggunakan data secara _de Facto_" ujarnya. "Itu nanti dikombinaskan sehingga akan mewujudkan satu data penduduk" katanya.
Jamaludin menginformasikan bahwa untuk SP2020 ini juga menggunakan metode pendataan secara daring. Dirinya menyampaikan bahwa bagi penduduk yang mempunyai kesibukan saat pelaksanaan pendataan maka dapat berpartisipasi dalam sensus tersebut melalui pendataan mandiri melalui laman yang telah ditentukan. Jamaludin menyebutkan bahwa kemungkinan kedepannya untuk sensus penduduk hanya melalui daring tidak melalui sensus di lapangan. "Namun saat ini masih belum lepas dari sensus lapangan jadi masih menggunakan sensus secara daring dan sensus lapangan dalam bentuk wawancara" pungkasnya.








