Pemkab Blitar Mulai Distribusi Bansos Tahap Dua ke Warga Terdampak Korona

Selasa, 07/07/2020 - 22:36
Bupati Rijanto Memberangkatkan Rombongan Pengangkut Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19 Tahap Dua (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)

Bupati Rijanto Memberangkatkan Rombongan Pengangkut Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19 Tahap Dua (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com | Kabupaten Blitar - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar resmi meluncurkan dan mendistribusikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terimbas pandemi virus Korona atau Covid-19 di halaman kantor Bupati Blitar, Selasa (07/07/2020).

Bupati Blitar Rijanto didampingi Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo, Sekretaris Daerah Pemkab Blitar Totok Subihandono, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Susi Narulita Kumala Dewi, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Kris Bianto dan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Eka Fanani, memimpin prosesi peluncuran bansos itu.

Kepada awak media seusai memimpin acara launcing Bansos Bagi Warga Terdampak Covid-19 ini, Bupati Rijanto mengatakan jumlah penerima Bansos Tahap Kedua ini ada 60.976 orang. Angka penerima itu, lanjut dia, diprediksi bisa mencapai kisaran tujuh puluh ribu orang. 

Menurutnya, hal itu disebabkan adanya kecamatan yang perlu diverifikasi kembali untuk memvalidasi akhir kepastian jumlah orang-orang yang dikategorikan layak menerima bantuan.

"Kalau tahap pertama kemarin ada 42.296 penerima bantuan. Tetapi karena ada saran dari seluruh Kepala Desa, ada penduduknya yang belum terdaftar baik lewat PKH, BPNT, BST, BST DD, ini ada yang belum terdaftar, saya suruh masukkan semua. Makanya ada kenaikan jumlah penerima di tahap kedua ini," terang Bupati Rijanto.

Dia menegaskan, bantuan ini akan dikirim ke desa-desa agar ditindaklanjuti oleh pemerintah desa setempat terkait distribusi bansos. Kendati begitu, ia mengingatkan dalam pembagian bansos tetap memperhatikan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19.

"Jadi saya kira teman-teman sudah memahami semua, tidak boleh ada kerumunan waktu pembagian. Protokol kesehatan memang harus disiplin diterapkan," ulasnya.

Ditambahkannya, bentuk bansos itu berupa sembako berisi 10 kilogram beras yang diambilkan dari Gapoktan, 15 butir telur dari peternak ayam petelur, kemudian produk-produk UMKM Kabupaten Blitar.

"Kita serahkan kepada desa, mereka yang punya daftar di desa. Manakala ada permasalahan kita minta kepada desa untuk menyelesaikan dengan baik," tutupnya. 

(Pewarta : Faisal NR / Adv)

Berita Terkait