ilustrasi berdoa
Oleh : Nur Afifah, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Keimanan penting bagi seluruh manusia. Mulai dari pemuda, dewasa, lanjut usia, dan seluruh manusia baik yang baru terlahir di dunia hingga tua renta, mereka tetap memerlukan keimanan.
Dalam agama Islam, keimanan artinya kepercayaan. Kepercayaan yang dimaksud adalah percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, malaikat – malaikatnya, kitab – kitab suci, nabi dan rasulnya, percaya kepada hari akhir, dan percaya terhadap takdir – takdir yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Pernyataan ini pun terdapat di dalam rukun Iman di Agama Islam.
Dari banyaknya hiruk – pikuk kehidupan, manusia terkadang bingung dan terombang – ambing dalam permainan dunia. Ada diantara mereka yang bebas menjalankan hidup tanpa aturan yang jelas, hal tersebut dapat merugikan diri mereka sendiri dan juga orang lain.
Kehidupan bebas yang dijalankan semaunya, tanpa menghiraukan perasaan orang lain, dapat mengakibatkan kerusakan pada dirinya sendiri dan membuat suatu ketidakadilan bagi yang lainnya. Contoh peristiwanya adalah sebagai berikut.
Ada seorang pemuda ingin menjalankan kehidupan hanya dengan mementingkan dirinya sendiri, hal tersebut dapat disebabkan karena tidak memiliki iman yang kuat, tujuan, dan aturan hidup yang jelas. Hampir setiap hari, dirinya meminum minuman haram dan melakukan pencurian demi memenuhi kebutuhannya. Dirinya tidak memikirkan masa depan, tetapi hanya mengikuti hawa nafsunya tanpa memikirkan orang lain.
Perbuatan yang Ia lakukan sangat merugikan dirinya sendiri karena tidak mengatur pola hidup sehat dan juga merugikan orang lain karena mengambil hak mereka secara tidak baik. Dari cerita di atas, dapat disimpulkan bahwa pemuda ini hanya senang untuk sementara dan jauh dari keimanan. Astagfirullah, Naudzubillahiminzalik.
Berbeda jika pemuda tersebut memiliki keimanan yang kokoh, maka perbuatan buruk yang Ia lakukan akan hilang dan berubah menjadi perbuatan baik serta terpuji, sesuai perintah Tuhan Yang Maha Esa.
Orang yang memiliki keimanan yang baik, maka kehidupannya akan tenang. Mereka akan menjalankan perintah Tuhannya dengan bersungguh – bersungguh. Mereka meyakini bahwa Tuhan pasti akan menunjukan mana jalan yang baik dan benar, agar para hambanya selamat di kehidupan dunia maupun kehidupan selanjutnya yaitu Akhirat.
Sebagaimana dalam Islam, telah dicontohkan kisah nabi Ibrahim a.s dan nabi Ismail a.s. yang terdapat di dalam kitab suci Al – Qur’an. Besar pengorbanan Nabi Ibrahim a.s dalam menaati perintah Allah SWT. Beliau rela diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya. Bagi Nabi Ibrahim, Nabi Ismail adalah buah hati, harapan, dan cintanya yang selama ini beliau dambakan. Di tengah kebahagiaan turunlah perintah Allah SWT. Untuk mengorbankan putra tercintanya itu. Peristiwa ini terdapat di dalam QS. As – Shaffat ayat 102.
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
Nabi Ibrahim a.s tidak menolak perintah Tuhan. Justru beliau mengedepankan kecintaan yang tinggi yakni kecintaannya kepada Allah SWT. Selain itu, perintah yang amat berat itupun disambut oleh Nabi Ismail dengan penuh kesabaran. Bahkan, beliau mengukuhkan keteguhan jiwa ayahnya, Nabi Ibrahim a.s.
Nabi Ibrahim a.s membaringkan tubuh Nabi Ismail. Ia pun bersiap menyembelih anaknya demi mematuhi perintah Allah SWT.
Ketika Nabi Ibrahim a.s hendak menggerakan pedangnya. Allah SWT menggantikan tubuh Nabi Ismail a.s dengan seekor domba besar, berwarna putih, dan bersih. Masyaa Allah.
Dari keimanan, keikhlasan, dan kesabaran itulah, akhirnya turun suatu perintah kepada umat muslim untuk selalu berkurban setiap bulan Dzulhijah. Dari kisah Nabi Ibrahim inilah kita dapat belajar, bahwa setiap keimanan yang kita jalankan dengan ikhlas, dan sesuai perintahNya, pasti kedepannya kita akan diberi petunjuk mana jalan terbaik, serta membuat kehidupan kita menjadi berkah, Bahagia, dan selamat di dunia dan akhirat. Untuk diri ini hingga orang lainnya.
Banyak kisah yang membuat keimanan meningkat sepenuhnya. Semoga setiap pemuda dan kita semua dapat tetap terjaga dalam keimanan dan selalu berperilaku baik, ikhlas, berkah, Bahagia dalam kebersamaan. Aamiin Ya Rabbal Alaamiin.








